Jesse Eisenberg: Main di Minions and Monsters Seperti Menang Lotre
Baca dalam 60 detik
- Aktor Jesse Eisenberg mengaku perannya di Minions and Monsters adalah impian yang terwujud, bebas dari kecemasan akan penampilan fisik.
- Ia menolak tawaran memerankan Mark Zuckerberg lagi di sekuel The Social Network karena ingin fokus pada arah hidup yang berbeda.
- Film ketiga seri prekuel Minions ini juga merayakan sinema Old Hollywood, sesuatu yang sangat diapresiasi Eisenberg.

Jesse Eisenberg menyebut keterlibatannya dalam film animasi Minions and Monsters sebagai pengalaman yang tak ternilai, bahkan ia menganalogikannya seperti memenangkan undian berhadiah besar. Bagi aktor berusia 42 tahun itu, proyek ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan impian yang membebaskannya dari tekanan egosentris yang kerap menghantui para pemain film.
Dalam wawancara dengan People, Eisenberg mengungkapkan bahwa bergabung dengan waralaba Minions adalah kebahagiaan murni. "Ketika saya diminta terlibat, rasanya seperti diberi tahu bahwa saya menang lotre," ujarnya. Ia menambahkan, menjadi bagian dari film semacam ini menghilangkan kecemasan akan penampilan diri sendiri di layarโsesuatu yang sering menjadi momok bagi aktor. "Yang ada hanyalah kegembiraan," tegasnya.
Film yang juga dibintangi Trey Parker, Allison Janney, Christoph Waltz, dan Jeff Bridges ini merupakan seri ketiga dari prekuel Minions. Eisenberg mengaku sangat menikmati proses syuting, terutama karena film ini merayakan seni pembuatan film klasik Hollywood. Saat ini ia tengah sibuk menyutradarai filmnya sendiri, sehingga keterlibatan dalam proyek yang menghormati tradisi Old Hollywood terasa seperti kebetulan yang sempurna.
Eisenberg baru-baru ini menonton film tersebut secara privat bersama keluarganya. Sang anak, menurutnya, tertawa terbahak-bahak melihat tingkah kocak para Minion. Namun, sebagai pencinta sinema klasik, Eisenberg lebih terpukau oleh referensi-referensi halus dan jenaka terhadap Old Hollywood yang terselip di sepanjang film. "Saya tertawa sebagai penikmat Old Hollywood," katanya.
Di sisi lain, Eisenberg juga mengonfirmasi bahwa ia menolak tawaran untuk kembali memerankan Mark Zuckerberg dalam sekuel The Social Network yang digarap Aaron Sorkin. Peran sebagai pendiri Facebook itu pernah ia mainkan di film tahun 2010 dan membuatnya dikenal luas. Namun, ia memilih untuk tidak mengulanginya. "Saya memberi tahu Aaron bahwa saya bergerak ke arah berbeda dalam hidup," jelasnya kepada Variety. Eisenberg menegaskan bahwa penolakannya sama sekali tidak berkaitan dengan kualitas film yang akan datang, melainkan murni keputusan pribadi.
Keputusan Eisenberg untuk menjauh dari bayang-bayang Zuckerberg menunjukkan kesadaran akan pentingnya evolusi karier. Di industri hiburan Indonesia, fenomena serupa kerap terjadi ketika aktor memilih untuk tidak terpaku pada satu peran ikonik demi mengeksplorasi bakat lain. Bagi penggemar film Tanah Air, langkah Eisenberg bisa menjadi pelajaran bahwa kesuksesan sejati adalah ketika seorang seniman berani mengambil risiko dan meninggalkan zona nyaman.
Dengan Minions and Monsters yang akan segera tayang, publik penasaran apakah film ini mampu menyamai kesuksesan pendahulunya. Sementara itu, pertanyaan menggelayut: akankah Eisenberg suatu hari kembali ke peran yang membuatnya terkenal, atau ia akan terus melangkah ke arah yang sama sekali baru?



