Ben Stokes Pensiun dari Timnas Inggris: Kejutan di Tengah Laga, Masa Depan Kapten Baru Masih Abu-Abu
Baca dalam 60 detik
- Ben Stokes mengumumkan pensiun dari kriket internasional di tengah Tes ketiga melawan Selandia Baru, langkah yang tak lazim dan mengejutkan banyak pihak.
- Keputusan ini memicu spekulasi soal hubungannya dengan ECB terkait insiden klub malam London, serta menimbulkan pertanyaan tentang masa depan direktur kriket Rob Key dan pelatih Brendon McCullum.
- Stokes membuka peluang bermain di IPL dan liga franchise lain, sementara penggantinya sebagai kapten Tes belum jelasโHarry Brook disebut sebagai kandidat kontroversial.

Ben Stokes, kapten Tim Kriket Inggris, secara mengejutkan mengumumkan pensiun dari kriket internasional di tengah pertandingan Tes ketiga melawan Selandia Baru di Trent Bridge, Nottingham. Keputusan yang diumumkan saat ia sedang melakukan lemparan dan berhasil mengambil gawang pada bola pertamanya setelah berita tersebar itu langsung mengguncang dunia kriket. Langkah ini tidak hanya tak terduga karena dilakukan saat seri masih berjalan, tetapi juga mengakhiri spekulasi bahwa Stokes akan memimpin Inggris di Ashes tahun depan.
Menurut analis kriket BBC, Jonathan Agnew, pengumuman yang dilakukan di tengah pertandingan dengan seri masih dipertaruhkan adalah hal yang sangat tidak biasa. "Semua orang mengira dia akan memimpin Inggris ke Ashes tahun depan dan ingin menjadi kapten yang memenangkan Ashes. Saya bertanya-tanya apakah jika dia menontonnya di TV musim panas mendatang, pikirannya mungkin melayang pada apa yang mungkin terjadi," ujar Agnew. Ia juga menyoroti bahwa Stokes tidak memberikan jawaban apakah ia merasa didukung oleh England and Wales Cricket Board (ECB) terkait insiden klub malam London yang melibatkannya.
Keputusan pensiun ini juga memicu pertanyaan tentang masa depan direktur kriket Rob Key dan pelatih kepala Brendon McCullum. Agnew menilai bahwa meskipun Stokes telah pergi, tekanan tidak otomatis hilang dari mereka. "Ada tanda tanya, terutama pada posisi Key, karena detail jam malam tampaknya tidak dijelaskan dengan jelas dan itu adalah tugasnya," katanya. Kekacauan di luar lapangan dan masalah disiplin yang muncul selama seri melawan Selandia Baru membuat 'reset besar' yang direncanakan tidak berjalan mulus.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, pensiunnya Stokes menandai berakhirnya era seorang all-rounder yang dikenal dengan kemampuannya membalikkan keadaan. Agnew mengenang momen ikonik seperti final Piala Dunia 2019 dan Tes Headingley Ashes 2019, di mana Stokes menunjukkan ketenangan luar biasa dalam mengejar target. "Kemampuannya mengendalikan pengejaran dengan tenang seperti yang dia lakukan dalam dua pukulan ikonik itulah yang akan saya ingat darinya," ujar Agnew. Kepergiannya meninggalkan kekosongan yang sulit diisi, terutama karena ia selalu membawa harapanโ"di mana ada Stokes, di situ ada harapan."
Masa depan Stokes kini terbuka lebar. Ia akan terus bermain untuk Durham di kriket county, dan bisa tampil di The Hundred serta turnamen franchise seperti Indian Premier League (IPL). Agnew memperkirakan Stokes belum akan beralih ke pelatihan atau komentator dalam waktu dekat. Sementara itu, pertanyaan siapa yang akan menggantikannya sebagai kapten Tes Inggris masih menggantung. Harry Brook, yang saat ini menjadi wakil kapten, disebut sebagai pilihan yang tidak nyaman karena masalah perilaku di luar lapangan di Selandia Baru yang memicu pemberlakuan jam malam. "Mungkin jika dia menunjukkan kedewasaan sebagai kapten bola putih dalam seri melawan India, itu akan memudahkan ECB menunjuknya sebagai kapten Tes. Tapi akan ada orang yang merasa tidak nyaman dengan pilihan itu," pungkas Agnew.



