Tekanan Jual Strategy Inc. Ancam Stabilitas Bitcoin di Bawah US$60.000
Baca dalam 60 detik
- Grayscale Research mendesak Strategy Inc., pemilik korporat Bitcoin terbesar, menjual sekitar US$3 miliar BTC untuk menutup kewajiban keuangan dua tahun ke depan.
- Rekomendasi ini muncul di tengah aksi jual institusional dan arus keluar ETF Bitcoin spot selama tujuh hari berturut-turut, memperburuk sentimen pasar.
- Jika penjualan dilakukan secara agresif, Bitcoin berisiko menguji level support kritis di US$58.000, namun transaksi terstruktur bisa meredam dampaknya.

Bitcoin kembali terperosok ke bawah level psikologis US$60.000 pada akhir pekan lalu, dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap langkah besar yang direkomendasikan oleh Grayscale Research kepada pemegang korporat terbesar aset kripto ini, Strategy Inc. (sebelumnya MicroStrategy).
Dalam riset yang dirilis pekan ini, Kepala Riset Grayscale Zach Pandl mendesak Strategy untuk melepas sekitar US$3 miliar dalam bentuk Bitcoin guna menutupi kewajiban kas dua tahun ke depan yang berasal dari saham preferen STRC dan liabilitas lainnya. Menurut Pandl, aksi ini lebih efektif memulihkan kepercayaan investor ketimbang menaikkan dividen STRC yang hanya akan menambah beban sekitar US$100 juta dalam dua tahun tanpa menyelesaikan masalah pendanaan jangka panjang.
Strategy saat ini menguasai lebih dari 800.000 BTC, menjadikannya pemegang korporat terbesar di dunia. Dengan harga pasar saat ini, US$3 miliar setara dengan puluhan ribu Bitcoin โ jumlah yang cukup signifikan untuk mempengaruhi harga jika dilepas secara tiba-tiba ke pasar spot, meski masih minoritas dibanding volume harian global.
Tekanan tambahan datang dari arus keluar ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat yang telah berlangsung tujuh hari beruntun hingga 26 Juni. BlackRock, melalui produk IBIT, mencatat penebusan sebesar US$444,5 juta dalam periode tersebut. Kondisi ini diperparah oleh sikap hawkish Federal Reserve yang menaikkan proyeksi suku bunga acuan untuk 2026, serta data on-chain yang menunjukkan permintaan Bitcoin terlihat negatif selama 208 hari terakhir.
Dari sisi teknikal, Bitcoin tengah menguji level support jangka panjang pada rata-rata pergerakan 200 minggu di kisaran US$59.560. Indeks kekuatan relatif (RSI) yang berada di angka 31,68 mengindikasikan pasar jenuh jual, yang kerap menjadi sinyal awal pembalikan. Namun, jika level tersebut gagal dipertahankan, target berikutnya adalah swing low terdekat di US$58.075.
Analis memperkirakan bahwa jika Strategy mengeksekusi penjualan secara agresif di pasar spot, tekanan jual bisa memperdalam koreksi dan memperlebar spread. Sebaliknya, jika transaksi dilakukan melalui mekanisme over-the-counter atau blok, dampaknya dapat diserap oleh pembeli jangka panjang dan institusi ETF.
Bagi investor Indonesia, pergerakan Bitcoin ini relevan mengingat meningkatnya minat terhadap aset kripto sebagai alternatif investasi di tengah pelemahan rupiah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bappebti terus mendorong regulasi yang lebih ketat, namun volatilitas ekstrem seperti saat ini mengingatkan akan risiko tinggi yang melekat. Pertanyaan besarnya: akankah aksi jual Strategy menjadi pemicu koreksi lebih dalam, atau justru menjadi peluang akumulasi bagi investor yang sabar?



