Asing Borong Saham ANTM Rp306 M Lebih dalam Sepekan, Emas Jadi Pemicu
Baca dalam 60 detik
- Investor asing mencatat net buy saham ANTM sebesar Rp306,45 miliar sejak 22 Juni 2026, menandakan kepercayaan pada prospek emiten tambang.
- Kinerja keuangan ANTM 2025 melesat dengan laba bersih Rp7,92 triliun, naik 106%, didorong penjualan emas yang tumbuh 15%.
- Analis merekomendasikan beli dengan target harga Rp4.800, meski waspada terhadap potensi penurunan harga emas akibat ekspektasi kenaikan suku bunga.

Investor asing kembali menunjukkan selera tinggi terhadap saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan akumulasi pembelian bersih mencapai Rp306,45 miliar hanya dalam sepekan terakhir. Aksi borong yang berlangsung sejak 22 Juni hingga akhir bulan ini menjadi sinyal kuat bahwa emiten tambang emas pelat merah masih dipandang sebagai primadona di tengah ketidakpastian pasar global.
Pada perdagangan Selasa (1/7/2026), harga saham ANTM ditutup di level Rp2.610 per unit, menguat 0,77% dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan ini melanjutkan tren positif yang sudah terbangun sepanjang tahun berjalan, seiring dengan membaiknya fundamental perusahaan dan tingginya permintaan emas sebagai aset lindung nilai.
Kinerja keuangan ANTM pada 2025 menjadi bukti betapa bisnis emas masih menjadi andalan. Pendapatan perseroan tercatat Rp84,64 triliun, melonjak 22% dari tahun sebelumnya. Laba bersih bahkan melesat 106% menjadi Rp7,92 triliun, mencerminkan efisiensi operasional dan margin yang membaik. Penjualan emas sendiri menyumbang Rp66,47 triliun, naik 15% dari Rp57,56 triliun pada 2024.
Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Adrian Djie, menilai prospek ANTM masih cerah. Menurutnya, manajemen menargetkan penjualan emas tahun ini bisa menyamai atau melampaui rekor 2024. "Fundamental ANTM ke depan didukung oleh target ambisius di segmen emas yang menjadi kontributor pendapatan terbesar," ujarnya. Meski demikian, Adrian mengingatkan adanya risiko penurunan harga emas akibat ekspektasi kenaikan suku bunga global yang bisa menekan minat investor.
Bagi investor Indonesia, aksi borong asing ini menjadi indikator bahwa saham ANTM masih layak dikoleksi, terutama untuk jangka panjang. Kiwoom Sekuritas memberikan rekomendasi buy dengan target harga Rp4.800, yang berarti potensi kenaikan lebih dari 80% dari level saat ini. Namun, partisipasi investor ritel disebut tidak akan mengubah kinerja secara drastis meski tetap memberikan dorongan tambahan.
Ke depan, pergerakan harga emas global dan kebijakan suku bunga bank sentral utama akan menjadi variabel kunci yang menentukan nasib saham ANTM. Apakah aksi beli asing ini akan berlanjut atau justru berbalik arah? Jawabannya bergantung pada sejauh mana emas mampu bertahan sebagai safe haven di tengah tekanan ekonomi yang masih belum mereda.



