Rybakina Balas Dendam ke Osaka, Tantang Gauff di Semifinal Kanada Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Elena Rybakina menang dramatis atas Naomi Osaka di perempat final Kanada Terbuka, 4-6, 7-6(5), 6-4, setelah tertinggal satu set dan satu break.
- Kemenangan ini mempertemukan Rybakina dengan Coco Gauff, yang melaju mulus setelah Belinda Bencic mundur karena cedera pinggul.
- Pertandingan sengit ini menjadi ujian mental bagi Rybakina, yang harus bangkit dari ketertinggalan untuk menjaga asa juara di Toronto.

Elena Rybakina memastikan tempat di semifinal Kanada Terbuka setelah menaklukkan Naomi Osaka dalam pertarungan tiga set yang menegangkan, Selasa (11/8) waktu setempat. Unggulan kedua itu menang 4-6, 7-6(5), 6-4, sekaligus membalas kekalahan di pertemuan pertama mereka di level tur.
Kemenangan ini terasa istimewa karena Rybakina sempat tertinggal satu set dan satu break di set kedua. Osaka, yang tampil agresif sejak awal, berhasil merebut servis Rybakina di game pembuka dan mempertahankan keunggulannya hingga menutup set pertama. Petenis Jepang itu bahkan sempat unggul 4-2 di set kedua sebelum Rybakina bangkit dan memaksa tiebreak, yang akhirnya dimenangkannya dengan skor 7-5.
Di set penentu, Rybakina menunjukkan ketenangan luar biasa. Ia berhasil menyelamatkan empat break point sebelum akhirnya mematahkan servis Osaka dua kali beruntun untuk mengunci kemenangan setelah dua jam 33 menit pertarungan. "Game pertama itu sangat berat karena membuat saya kehilangan set," ujar Rybakina seusai laga. "Di set kedua, saya hanya berusaha mendekatkan skor, meski tertinggal. Melawan petenis seperti Naomi, saya tahu ini akan sulit. Dia juara besar dan petarung sejati."
Kemenangan ini mengantarkan Rybakina ke semifinal melawan Coco Gauff, yang melaju tanpa bertanding setelah Belinda Bencic mundur karena cedera pinggul. Gauff, yang merupakan juara AS Terbuka 2023, tampil impresif di Toronto dengan belum kehilangan satu set pun. Ia juga tengah dalam performa apik setelah memperkenalkan elemen taktik baru dalam permainannya.
Bagi Gauff, ini adalah semifinal WTA 1000 ke-16 dalam kariernya. Namun, ia masih memburu gelar pertamanya musim ini setelah menjadi runner-up di Miami dan Roma, serta tersingkir di semifinal Wimbledon. Pertemuan dengan Rybakina akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Gauff, mengingat keduanya pernah bertemu di Toronto pada 2022, saat Gauff menang dalam tiga set.
Bagi pecinta tenis Indonesia, duel Rybakina vs Gauff ini menarik untuk disimak karena keduanya merupakan generasi baru yang kerap tampil konsisten di turnamen besar. Rybakina, yang pernah menjuarai Wimbledon 2022 dan Australia Terbuka 2026, menunjukkan mental juara dengan bangkit dari situasi sulit. Sementara Gauff, yang masih berusia 22 tahun, terus berkembang dan menjadi ancaman serius di setiap turnamen.
Pertandingan semifinal ini diprediksi berlangsung ketat, mengingat gaya bermain keduanya yang kontras. Rybakina mengandalkan servis kuat dan groundstroke datar, sedangkan Gauff lebih mengandalkan kecepatan kaki dan variasi pukulan. Pertemuan mereka di Toronto 2022 menjadi gambaran bahwa duel ini bisa berjalan alot hingga set penentu.
Dengan kemenangan ini, Rybakina semakin percaya diri menatap sisa musim, termasuk AS Terbuka yang akan digelar akhir bulan ini. Sementara bagi Gauff, kesempatan meraih gelar pertamanya tahun ini terbuka lebar. Akankah Gauff mampu memanfaatkan keunggulan fisiknya, atau Rybakina akan kembali menunjukkan kegigihannya? Jawabannya akan terungkap di lapangan Toronto.



