Raul Fernandez Puncaki Sprint Belanda, Trackhouse Ukir Sejarah 1-2
Baca dalam 60 detik
- Raul Fernandez menang sprint GP Belanda, disusul Ai Ogura untuk finis 1-2 perdana Trackhouse di MotoGP.
- Balapan ini menjadi uji coba pertama larangan front holeshot device, yang mengubah strategi start para pebalap.
- Kemenangan ini memperketat persaingan gelar, dengan Bezzecchi masih memimpin klasemen namun keunggulannya mulai terancam.

Raul Fernandez mengukir kemenangan gemilang di sprint race Grand Prix Belanda, Sabtu (27/6), setelah menyalip Jorge Martin di lap ketiga dan tak tergoyahkan hingga finis. Pebalap Trackhouse itu mencatatkan sprint win keduanya musim ini, sekaligus membawa timnya meraih hasil 1-2 pertama dalam sejarah MotoGP.
Ai Ogura, rekan setim Fernandez, finis kedua dengan selisih 0,362 detik, mengonfirmasi dominasi Trackhouse di Sirkuit Assen. Balapan ini juga menjadi edisi perdana di bawah regulasi baru MotoGP yang melarang penggunaan front holeshot device—alat yang sebelumnya lazim dipakai untuk menurunkan bagian depan motor saat start. Tanpa perangkat tersebut, start menjadi lebih kritis dan strategi pengereman awal berubah drastis.
“Saya merasa kami cukup kuat. Hasil ini luar biasa bagi saya dan tim,” ujar Fernandez, yang sebelumnya meraih sprint win perdananya di Mugello, Mei lalu. “Lintasannya bagus, saya cukup cepat di bagian akhir, tapi jujur saya sudah di batas. Kita lihat besok.”
Jorge Martin yang start dari pole justru kehilangan momentum setelah disalip Fernandez, Fabio Di Giannantonio, dan Ogura. Pebalap Ducati itu kemudian terlibat duel dengan rekan setimnya, Marco Bezzecchi, dan harus puas di posisi kelima. Bezzecchi, yang pekan lalu di Brno mundur dari sprint dan dihukum larangan main grand prix karena menampar marshal, tampil solid dengan finis keempat. Hasil itu memperpanjang keunggulannya di klasemen menjadi sembilan poin atas Martin.
Di Giannantonio naik podium ketiga setelah berhasil menahan laju Bezzecchi. Sementara itu, Marc Marquez yang finis ketujuh naik satu posisi ke enam setelah Francesco Bagnaia terkena penalti melebihi batas lintasan di chicane terakhir. Alex Marquez (Gresini) start dari posisi belakang karena absen di kualifikasi dan finis ke-13, sedangkan Joan Mir (Honda) terjatuh di lap pertama.
Persaingan gelar juara semakin ketat. Di Giannantonio kini hanya terpaut 22 poin dari Bezzecchi, disusul Marc Marquez yang berjarak 20 poin lagi. Ogura mengoleksi 143 poin, satu angka di belakang Marquez, sementara Pedro Acosta (133) dan Bagnaia (130) masih membayangi. Dengan sembilan seri tersisa, setiap poin menjadi krusial.
Bagi penggemar MotoGP di Indonesia, dominasi Trackhouse—tim yang menaungi pebalap Asia seperti Ogura—bisa menjadi angin segar. Ogura, yang merupakan pebalap Jepang, menunjukkan konsistensi di kelas utama. Kehadirannya di papan atas membuka peluang bagi talenta Asia untuk bersaing di level tertinggi, sekaligus memperkuat daya tarik MotoGP di pasar Asia Tenggara. Pertanyaan besarnya: akankah Ogura mampu mempertahankan performa ini hingga akhir musim dan mengancam dominasi para pebalap Eropa?



