Eks Bek Leicester Christian Fuchs Debut Sensasional di Kriket: Pukul Bola ke Sungai
Baca dalam 60 detik
- Christian Fuchs, mantan bek Leicester City yang memenangi Premier League, mencuri perhatian dengan debut kriketnya yang penuh aksi, termasuk memukul bola hingga ke sungai.
- Dalam pertandingan amatir di Derbyshire, ia mencatat dua wicket, satu run out, dan 12 run, membantu timnya menang tipis.
- Fenomena pesepakbola yang beralih ke kriket kian umum, dengan beberapa nama lain seperti Nigel Martyn dan Dietmar Hamann juga melakoni olahraga tersebut.

Christian Fuchs, mantan bek kiri Leicester City yang pernah menjuarai Premier League, menorehkan debut kriket yang tak terlupakan pada akhir pekan lalu. Dalam pertandingan persahabatan di Derbyshire, pemain asal Austria berusia 40 tahun itu mencetak enam run dengan memukul bola hingga ke sungai, lalu dengan bercanda meniupkan ciuman ke arah pelempar bola yang menjadi korbannya.
Peristiwa itu terjadi sehari setelah Fuchs mengundurkan diri sebagai pelatih kepala Newport County. Ia langsung bergabung dengan klub amatir Grindleford untuk melawan Riverside Notts. Dalam laga tersebut, Fuchs menunjukkan kemampuan all-round: ia mengambil dua wicket, berkontribusi pada satu run out, dan mencetak 12 run dari 18 bola, termasuk satu four dan satu six yang spektakuler. Grindleford akhirnya menang dengan selisih satu wicket.
Hasan Mahmood, pelempar Riverside Notts berusia 23 tahun yang menjadi korban pukulan Fuchs, mengaku kaget. โWasit bilang, โjangan terlalu keras, ini pertandingan pertamanyaโ,โ ujarnya kepada BBC Sport. โTapi dia mendapat full toss dan langsung memukulnya keras. Bola jatuh di sungai dekat lapangan. Saya heran dia tidak menyuruh saya mengambilnya.โ Meski demikian, Mahmood mengakui Fuchs adalah pria yang sangat ramah dan banyak mengobrol setelah pertandingan.
Fuchs bukanlah mantan pesepakbola pertama yang beralih ke kriket. Sebelumnya, kiper Inggris Nigel Martyn bermain untuk tim over-50 Cornwall, sementara gelandang Liverpool dan Manchester City, Dietmar Hamann, pernah membela Alderley Edge saat masih terikat kontrak dengan City. Gelandang Leeds United, Sean Longstaff, juga menghabiskan liburan musim panasnya bermain untuk Tynemouth di Divisi 1 North East Premier League.
Fuchs mengoleksi lebih dari 650 penampilan selama karier sepak bolanya, termasuk enam musim bersama Leicester City. Ia memenangi Premier League 2015/16 dan Piala FA 2021, serta mencatat 78 caps untuk Austria dan menjadi kapten di Euro 2016. Debut kriketnya yang penuh kejutan ini menunjukkan bahwa bakat atletiknya tidak terbatas pada satu cabang olahraga.
Fenomena ini menarik perhatian publik, terutama di Indonesia di mana kriket mulai berkembang namun belum sepopuler sepak bola. Kisah Fuchs bisa menjadi inspirasi bagi atlet multi-cabang dan menunjukkan bahwa transisi antar olahraga mungkin dilakukan dengan semangat dan kerja keras. Ke depannya, apakah akan semakin banyak mantan pesepakbola yang mencoba peruntungan di kriket? Ataukah ini hanya sekadar hiburan akhir pekan bagi para pensiunan atlet?



