Legenda Sevilla Joaquin Caparros Berjuang Melawan Kanker Usus Besar
Baca dalam 60 detik
- Joaquin Caparros, presiden kehormatan Sevilla, didiagnosis menderita kanker usus besar dan tengah menjalani perawatan medis.
- Pelatih berusia 70 tahun itu mencatatkan rekor 248 pertandingan resmi bersama Sevilla dan membawa klub promosi ke La Liga.
- Kabar ini menyentuh dunia sepak bola Spanyol, mengingat Caparros adalah figur sentral dalam sejarah kebangkitan Sevilla.

Joaquin Caparros, presiden kehormatan Sevilla FC dan mantan pelatih yang membawa klub promosi ke kasta tertinggi, tengah berjuang melawan kanker usus besar. Klub asal Andalusia itu mengonfirmasi bahwa pria berusia 70 tahun tersebut telah didiagnosis dan sedang menjalani perawatan medis yang diperlukan.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Jumat (27/6), Sevilla FC menyampaikan dukungan penuh kepada Caparros. "Klub ingin menyampaikan dukungan dan kasih sayang terdalam kepada presiden kehormatan kami, Joaquin Caparros, yang telah didiagnosis menderita kanker usus besar," tulis pernyataan tersebut. "Pelatih yang dicintai ini mendapat dukungan penuh dari keluarga, teman, dan seluruh penggemar Sevilla, dan sudah menjalani perawatan medis yang diperlukan."
Caparros bukan nama asing di Sevilla. Ia menangani klub dalam 248 pertandingan resmi di berbagai kompetisi, sebuah rekor klub. Namun, warisan terbesarnya adalah membawa Sevilla kembali ke La Liga pada 2001 setelah mengambil alih tim yang terpuruk di Segunda Division. Dalam lima musim berikutnya, ia membangun fondasi yang kemudian melahirkan era keemasan Sevilla dengan enam gelar Liga Europa.
Karier kepelatihan Caparros tidak berhenti di Sevilla. Ia juga menangani Deportivo La Coruna, Athletic Bilbao, Real Mallorca, Levante, dan Osasuna, mengumpulkan lebih dari 500 pertandingan di kasta tertinggi Spanyol. Pengalaman internasionalnya mencakup jabatan sebagai pelatih kepala tim nasional Armenia antara 2020 dan 2022. Caparros kembali ke Sevilla dalam peran interim pada 2018, 2019, dan terakhir pada 2025, sebelum diangkat sebagai presiden kehormatan pada Juli tahun lalu sebagai pengakuan atas kontribusinya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kabar ini mungkin mengingatkan pada figur lokal yang juga berjasa membangun klub dari keterpurukan. Perjuangan Caparros melawan kanker menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap lapangan hijau, ada manusia yang rentan terhadap penyakit. Dukungan dari komunitas sepak bola global, termasuk dari Indonesia, diharapkan dapat menguatkan semangat sang legenda.
Pertanyaan yang kini mengemuka adalah apakah Caparros akan tetap terlibat dalam peran seremonial di Sevilla setelah masa perawatannya. Namun, yang terpenting saat ini adalah fokus pada pemulihan kesehatannya, sementara dunia sepak bola menanti kabar baik dari pria yang telah memberikan begitu banyak bagi klub dan olahraga ini.



