Lampu Hijau Regulasi Eropa Dorong XRP Bangkit dari Zona Merah
Baca dalam 60 detik
- XRP melonjak 3,4% dalam 24 jam setelah mendapat persetujuan regulator Luxembourg di bawah kerangka MiCA Uni Eropa, mengungguli kenaikan Bitcoin.
- Persetujuan ini membuka jalan bagi Ripple untuk meluncurkan stablecoin euro dan memperluas layanan pembayaran lintas batas di Eropa.
- Meski rebound dari level support $1,00, volume perdagangan masih rendah sehingga tren bearish jangka panjang belum tertembus.

Harga XRP mencatat kenaikan 3,41% dalam 24 jam terakhir ke level $1,06, didorong oleh persetujuan regulasi di Eropa yang memperkuat kepercayaan institusional terhadap Ripple. Pergerakan ini mengungguli Bitcoin yang hanya naik 1,43% pada periode yang sama.
Kenaikan tersebut terjadi setelah Ripple mendapatkan izin dari Commission de Surveillance du Secteur Financier (CSSF) Luxembourg di bawah kerangka Markets in Crypto-Assets (MiCA) Uni Eropa. Izin ini memberikan kepastian hukum bagi operasional Ripple di Eropa, termasuk rencana peluncuran stablecoin berbasis euro dan layanan pembayaran lintas batas. Menurut analis pasar, persetujuan MiCA mengurangi ketidakpastian yang selama ini membayangi salah satu kasus penggunaan utama XRP, sehingga menarik minat investor institusional yang sebelumnya wait and see.
Namun, dalam sepekan terakhir XRP masih mencatat penurunan 7,8% akibat aksi jual besar-besaran di pasar kripto. Investor diketahui mengalihkan modal ke saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI), sementara tekanan tambahan datang dari arus keluar dana spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat dan penguatan dolar AS. Fenomena ini menunjukkan selera risiko yang selektif, di mana aset digital untuk sementara ditinggalkan.
Dari sisi teknikal, XRP berhasil memantul dari level support psikologis $1,00 โ level yang terakhir kali disentuh pada November 2024. Indikator RSI 14 hari berada di angka 31,73, menandakan kondisi jenuh jual yang ekstrem dan membuka peluang technical rebound. Namun, volume perdagangan masih di bawah rata-rata 7 hari, sehingga pergerakan ini belum bisa dikonfirmasi sebagai pembalikan tren yang solid.
Untuk Indonesia, perkembangan ini menjadi sinyal positif bagi para investor dan pengguna layanan remitansi berbasis blockchain. Ripple selama ini dikenal sebagai salah satu solusi pengiriman uang lintas negara yang efisien, dan kepastian regulasi di Eropa dapat mendorong adopsi lebih luas di Asia Tenggara. Meski Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum memberikan kerangka khusus untuk aset kripto seperti MiCA, langkah Uni Eropa bisa menjadi acuan bagi regulator di kawasan.
Ke depan, pasar akan mencermati apakah XRP mampu menembus resistance $1,10 โ level Fibonacci retracement 78,6%. Jika berhasil ditutup di atasnya, target berikutnya adalah $1,19 (level Fibonacci 50%). Sebaliknya, jika support $1,00 gagal dipertahankan, zona permintaan berikutnya berada di kisaran $0,91. Pertanyaannya, akankah katalis regulasi ini cukup kuat untuk mengubah tren bearish jangka panjang, atau hanya sekadar rebound sesaat?



