Saham Zenith Bank Melonjak 5% di Tengah Tekanan Pasar, Analis Pasang Target Harga Baru
Baca dalam 60 detik
- Harga saham Zenith Bank naik sekitar 5% menjadi N114,95 meskipun bursa Nigeria mengalami pelemahan, didorong oleh aksi beli setelah rilis laba kuartal I-2026.
- CardinalStone Securities menaikkan target harga saham Zenith Bank dari N105,98 menjadi N151,80, mengerek potensi kenaikan lebih dari 30% dari level saat ini.
- Investasi pada sistem perbankan inti baru dan optimalisasi pendanaan menjadi katalis utama yang mendorong perbaikan kualitas laba dan prospek jangka panjang bank.

Saham Zenith Bank Plc mencatat kenaikan signifikan di bursa Nigeria pada akhir pekan lalu, menguat sekitar 5% ke level N114,95, meskipun indeks utama justru tertekan oleh aksi jual luas. Lonjakan ini terjadi saat investor mulai memburu saham perbankan setelah laporan keuangan kuartal pertama tahun fiskal 2026 dirilis, memicu optimisme baru terhadap prospek emiten sektor keuangan tersebut.
Meski harga saham Zenith Bank sudah naik, posisinya masih jauh dari puncak 52 minggu di N136,90. Artinya, ruang apresiasi masih terbuka lebar, terutama setelah sejumlah analis ekuitas merevisi target harga ke level yang lebih tinggi. CardinalStone Securities Limited, misalnya, menaikkan target harga Zenith Bank dari N105,98 menjadi N151,80โmemberikan potensi upside lebih dari 30% dari harga penutupan terakhir.
Dalam laporan risetnya, CardinalStone menyoroti perbaikan kualitas laba Zenith Bank yang didorong oleh optimalisasi bauran pendanaan, peningkatan infrastruktur teknologi, dan strategi pertumbuhan yang jelas. Bank tersebut menargetkan pertumbuhan pinjaman sebesar 20% untuk FYโ26, yang menurut analis menunjukkan potensi pemulihan dari traksi FYโ25 yang sempat terdistorsi oleh penghapusan terkait forbearance.
Perbaikan margin bunga bersih juga menjadi sorotan. Analis menilai pergeseran portofolio dari surat berharga pemerintah ke pinjaman pada kuartal pertama 2026 telah mengurangi ketergantungan pada pendanaan mahal, sehingga mendukung kenaikan margin dan laba inti yang lebih kuat. Di sisi lain, investasi teknologi yang digenjot Zenith Bank mulai membuahkan hasil. Pada akhir 2024, bank menyelesaikan overhaul sistem perbankan inti dengan biaya N56,9 miliar yang berasal dari hasil hybrid offer (rights issue dan penawaran umum).
Sistem baru tersebut telah meningkatkan stabilitas dan kapasitas pemrosesan, memungkinkan bank menangani volume transaksi lebih besar dan menghasilkan pendapatan berbasis biaya yang lebih tinggi. Dampaknya terlihat jelas: pendapatan komisi bersih melonjak 41,1% YoY pada FYโ25 dan 44,6% YoY pada Q1โ26, terutama didorong oleh aktivitas perbankan digital dan mobile. CardinalStone memproyeksikan pertumbuhan pendapatan komisi bersih FYโ26 akan sedikit melambat menjadi 13,0% YoY karena efek basis, namun kontribusi pendapatan berulang yang skalabel diyakini akan menjadi penyangga laba yang stabil, mengimbangi potensi kerugian trading di tengah penguatan Naira.
โDalam jangka menengah, jalur pendapatan ini diperkirakan akan memainkan peran yang lebih dominan, menyumbang rata-rata 7,9% dari total pendapatan kotor dalam lima tahun ke depan, dibandingkan sekitar 6,0% dalam tiga tahun terakhir,โ tulis analis CardinalStone. Proyeksi ini menunjukkan bahwa transformasi digital Zenith Bank tidak hanya bersifat defensif, tetapi juga menjadi mesin pertumbuhan baru yang berkelanjutan.
Bagi investor di Indonesia, kisah Zenith Bank memberikan gambaran bagaimana bank di pasar berkembang dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan pendapatan non-bunga. Di tengah tekanan margin bunga akibat kompetisi dan regulasi, transformasi digital menjadi kunci untuk menjaga profitabilitas. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah bank-bank di Indonesia mampu mengulangi kesuksesan serupa dengan investasi sistem inti yang masif, atau justru akan tertinggal dalam perlombaan adopsi teknologi perbankan.



