PGA Tour Restrukturisasi Besar-besaran: Sistem Promosi-Degradasi Mulai 2028
Baca dalam 60 detik
- PGA Tour mengadopsi sistem dua tingkat dengan promosi dan degradasi mulai 2028, meniru model liga olahraga Eropa.
- Seri Championship akan menawarkan hadiah $20 juta per event, sementara Challenger Series menjadi jalur bagi pemain muda dan yang terdegradasi.
- Perubahan ini merupakan respons terhadap tekanan dari LIV Golf dan upaya PGA Tour untuk mempertahankan relevansi di era baru golf profesional.

PGA Tour secara resmi mengumumkan perubahan besar dalam struktur kompetisinya, mengadopsi sistem promosi dan degradasi yang akan mulai berlaku pada 2028. Langkah ini menjadi transformasi paling radikal dalam sejarah sirkuit golf profesional Amerika Serikat, sekaligus jawaban atas gempuran LIV Golf yang telah memecah belah dunia golf.
Dalam sistem baru ini, PGA Tour akan terbagi menjadi dua tingkatan: Championship Series sebagai kasta tertinggi dan Challenger Series sebagai divisi pengembangan. Championship Series akan berlangsung dari Februari hingga Agustus dengan 23-24 turnamen, masing-masing menawarkan hadiah minimal $20 juta. Sementara itu, Challenger Series akan memiliki minimal 20 event dengan hadiah $4 juta per turnamen, menjadi batu loncatan bagi pemain untuk menembus level elite.
“Inti dari perubahan ini adalah membangun PGA Tour versi terbaik, yang bisa bertahan dan melampaui kita semua,” ujar Brian Rolapp, CEO PGA Tour, dalam konferensi pers di Cromwell, Connecticut, menjelang Travelers Championship. Rolapp, yang juga akan menjadi komisaris PGA Tour mulai Januari 2025, menegaskan bahwa model ini dirancang untuk masa depan jangka panjang.
Keputusan ini diambil oleh komite sembilan anggota yang salah satunya adalah Tiger Woods. Ini merupakan penampilan publik pertama Woods sejak kasus DUI pada Maret lalu. “Kita harus melihat ke depan dan melampaui hari ini, menyiapkan PGA Tour untuk generasi pemain dan penggemar di masa depan,” kata Woods dalam kesempatan tersebut.
Rory McIlroy, yang sebelumnya sempat meragukan sistem dua jalur ini dengan menyebutnya sebagai “glorified Korn Ferry events”, kini menyambut positif perubahan tersebut. “Beberapa tahun terakhir, golf menghadapi ketidakpastian dan perpecahan yang tidak menguntungkan pemain maupun penggemar. Hari ini, kami menempatkan penggemar sebagai prioritas utama,” ujar McIlroy dalam pernyataan resmi.
Bagi Indonesia, perubahan ini membawa angin segar bagi para pegolf Tanah Air yang bercita-cita menembus panggung dunia. Sistem promosi-degradasi yang lebih transparan membuka peluang lebih besar bagi pemain dari negara berkembang untuk bersaing di level tertinggi. Namun, tantangan pendanaan dan infrastruktur tetap menjadi hambatan utama. Federasi Golf Indonesia (PGI) diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat program pengembangan atlet muda.
Selain perubahan struktur, PGA Tour juga mengumumkan bahwa Brian Rolapp akan menggantikan Jay Monahan sebagai komisaris mulai Januari 2025. Monahan, yang telah menjabat selama sepuluh tahun, menyebut masa kepemimpinannya sebagai periode transformasional. “Brian adalah pemimpin yang tepat untuk momen ini. Saya yakin hari-hari terbaik PGA Tour masih akan datang,” ujar Monahan.
Dengan hadirnya LIV Golf yang menawarkan format kontroversial dan hadiah fantastis, PGA Tour harus berinovasi agar tidak kehilangan bintang dan penggemar. Akankah sistem promosi-degradasi ini cukup untuk mengembalikan kejayaan PGA Tour? Atau justru akan memicu perpecahan baru di kalangan pemain? Hanya waktu yang akan menjawab.



