MLSC All Stars 2026: Kudus dan Jakarta Tembus Final Usai Laga Sengit
Baca dalam 60 detik
- All Stars Kudus menaklukkan Surabaya 2-1 di semifinal, sementara Jakarta mengalahkan Yogyakarta lewat gol bunuh diri.
- Kudus, juara bertahan, nyaris tersingkir setelah kebobolan dari skema sepak pojok sebelum bangkit di babak kedua.
- Final mempertemukan Kudus vs Jakarta pada Minggu (28/6), sedangkan Yogyakarta dan Surabaya berebut peringkat ketiga.

Dua tim memastikan tempat di partai puncak MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All Stars 2026 setelah melewati semifinal yang berlangsung ketat di Supersoccer Arena, Kudus, Sabtu (27/6). All Stars Kudus, sang juara bertahan, harus bekerja keras untuk menundukkan perlawanan sengit dari All Stars Surabaya dengan skor 2-1, sementara All Stars Jakarta menekuk All Stars Yogyakarta melalui gol bunuh diri pada menit ke-30.
Laga pertama mempertemukan Kudus melawan Surabaya. Kudus yang tak terkalahkan sejak penyisihan grup dan selalu mencatatkan clean sheet, justru menghadapi ujian berat. Mereka unggul lebih dulu lewat gol Renanthera Aluna Addya Putri pada menit ke-17, namun keunggulan itu hanya bertahan empat menit. Agnia Nurul Fadhila Rohman menyamakan kedudukan lewat sundulan memanfaatkan sepak pojok, mengubah skor menjadi 1-1 hingga turun minum.
Pelatih Kepala Kudus, Yayat Hidayat, mengakui timnya sempat kehilangan kendali di lini tengah pada babak pertama. "Anak-anak terlalu turun ke belakang, sehingga Surabaya leluasa menguasai bola," ujarnya. Pada babak kedua, ia menginstruksikan lini tengah untuk lebih berani maju dan menggunakan dua striker. Strategi itu langsung membuahkan hasil: Rara Zenita Fatin mencetak gol kurang dari satu menit setelah kick-off babak kedua, memanfaatkan kemelut di depan gawang. Skor 2-1 bertahan hingga akhir.
Di sisi lain, pelatih Surabaya, Sai Dong, mengakui kualitas Kudus dan menyesalkan anak asuhnya kehilangan keberanian membangun serangan saat mendapat tekanan. "Kami sudah all-out, tapi kelemahan kami adalah tidak berani build-up ketika ditekan," katanya. Ia tetap bangga dengan perjuangan pemain yang menunjukkan karakter pantang menyerah.
Partai semifinal kedua mempertemukan Jakarta melawan Yogyakarta. Jakarta langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal, namun kesulitan menembus pertahanan rapat Yogyakarta. Kombinasi umpan pendek kerap dipatahkan, dan beberapa peluang dari bola mati belum mampu dikonversi menjadi gol. Babak pertama berakhir tanpa gol.
Memasuki babak kedua, Jakarta meningkatkan intensitas dan memaksa Yogyakarta bertahan lebih dalam. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-30 ketika kesalahan antisipasi lini belakang Yogyakarta terhadap lemparan ke dalam kapten Jakarta, Andien Haifa Syakira, berujung gol bunuh diri. Yogyakarta berusaha membalas lewat serangan balik cepat, namun pertahanan disiplin Jakarta mampu meredam setiap ancaman hingga peluit panjang.
Asisten Pelatih Jakarta, Sasi Kirana, mengakui timnya butuh waktu untuk beradaptasi dengan atmosfer pertandingan. "Ball possession kami lebih banyak, tapi finishing belum maksimal. Faktor terbesar adalah Andien dan Albianca yang bisa menaikkan semangat di lapangan," ujarnya. Sementara itu, pelatih Yogyakarta, Tri Wulandari, tetap optimistis menghadapi perebutan peringkat ketiga. "Kami sudah belajar banyak, mental pemain semakin siap. Insya Allah kami buktikan di pertandingan berikutnya," katanya.
Hari terakhir MLSC All Stars 2026, Minggu (28/6), akan menyajikan dua laga. Perebutan peringkat ketiga mempertemukan Yogyakarta melawan Surabaya pukul 09.00 WIB, disusul partai final antara Kudus dan Jakarta pukul 14.00 WIB. Kudus, yang merupakan juara bertahan, akan berusaha mempertahankan gelar, sementara Jakarta mengincar kejutan. Pertanyaannya, mampukah Jakarta mematahkan dominasi Kudus yang sejauh ini tampil perkasa?



