Belgium Puncaki Grup G Piala Dunia 2026 Usai Gilas Selandia Baru 5-1
Baca dalam 60 detik
- Leandro Trossard mencetak dua gol saat Belgia mengalahkan Selandia Baru 5-1 di Vancouver, memastikan posisi puncak Grup G Piala Dunia 2026.
- Kevin de Bruyne menjadi motor permainan dengan satu gol dan dua assist, sementara pelatih Rudi Garcia memilih Trossard sebagai starter menggantikan Romelu Lukaku.
- Belgia akan menghadapi salah satu tim peringkat ketiga terbaik di babak 32 besar, dengan performa impresif yang menempatkan mereka sebagai kandidat kuat juara.

Leandro Trossard memborong dua gol saat Belgia menghancurkan Selandia Baru 5-1 di Vancouver, Jumat (26/6), memastikan langkah mulus ke fase gugur Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup G. Kemenangan telak ini menempatkan Belgia bersiap menghadapi salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik di babak 32 besar.
Gawang Selandia Baru baru kebobolan pada menit ke-28 setelah Belgia sempat gagal mengeksekusi penalti akibat intervensi VAR. Kevin de Bruyne, yang menjadi arsitek kemenangan, melepaskan tendangan pojok yang mengenai bek lawan Tim Payne dan jatuh sempurna di kaki Trossard. Tanpa kesulitan, pemain Arsenal itu menceploskan bola dari jarak dekat.
Keunggulan Belgia berlipat lima menit setelah jeda. Trossard kembali menjadi aktor, kali ini menerima umpan terobosan de Bruyne. Meski tembakan pertamanya diblok, ia berhasil memanfaatkan bola muntah untuk menggandakan skor. De Bruyne kemudian mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-66 lewat sepakan dari tepi kotak penalti yang meluncur mulus ke gawang.
Selandia Baru sempat memperkecil ketertinggalan melalui Elijah Just di sisa waktu, namun Belgia menutup pesta dengan dua gol tambahan dari pemain pengganti, Romelu Lukaku dan Alexis Saelemaekers. Keputusan pelatih Rudi Garcia untuk mendudukkan Lukaku di bangku cadangan dan mempercayakan lini depan kepada Trossard terbukti jitu. Trio Trossard, de Bruyne, dan Lukaku—meski satu di antaranya baru masuk sebagai pemain pengganti—semua menyumbang gol.
Garcia memuji performa para pemain seniornya. “Mereka begitu luar biasa bagi bangsa kami, dan mereka tampil malam ini—Leandro, de Bruyne, Lukaku. Inilah yang dilakukan oleh para 'pemain tua' malam ini,” ujarnya kepada wartawan. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa timnya belum memenangkan apa pun. “Kami belum meraih apa pun, tapi kami melaju ke fase berikutnya.”
De Bruyne dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan. Trossard menekankan pentingnya kontribusi seluruh skuad. “Kami sangat senang dengan semua orang. Saya pikir kami memiliki grup yang sangat baik saat ini. Semua orang penting—pemain yang datang dari bangku cadangan juga terlibat dengan gol dan assist. Kami harus terus seperti ini ke pertandingan berikutnya,” katanya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, performa Belgia menjadi tontonan menarik. Dengan skuad bertabur bintang, Belgia dianggap sebagai salah satu favorit juara. Namun, konsistensi dan kedalaman tim akan diuji di babak gugur. Pertanyaan besarnya: mampukah 'generasi emas' Belgia akhirnya merebut trofi Piala Dunia setelah sekian lama gagal?



