Geger Monyet di Pura Bukit Tamil Nadu: Pengantin Baru Tewas Jatuh dari Tebing
Baca dalam 60 detik
- Seorang perempuan 24 tahun yang baru menikah tewas setelah jatuh dari bukit di pura Tamil Nadu saat panik dikerumuni monyet.
- Insiden terjadi saat pasangan itu memberi makan monyet, yang kemudian berkerumun dan membuat korban kehilangan keseimbangan.
- Peristiwa ini memicu kembali peringatan otoritas India tentang bahaya memberi makan satwa liar di tempat ibadah.

Seorang perempuan berusia 24 tahun yang baru menikah tewas setelah jatuh dari tebing di sebuah pura di Tamil Nadu, India selatan, pada Sabtu (27/6). Peristiwa nahas itu dipicu oleh kawanan monyet yang tiba-tiba mengerumuninya saat ia dan suaminya memberi makan hewan tersebut di puncak bukit.
Korban, Anitha, warga Thoothukudi, menikah dengan Suresh sekitar sebulan lalu. Suresh yang bekerja di luar negeri baru pulang, dan pasangan itu memutuskan mengunjungi Pura Kalugasalamoorthy di Kazhugumalai untuk bersembahyang. Setelah berdoa di pura utama, mereka naik ke Pura Uchipillayar yang berada di puncak bukit berbatu.
Menurut penyelidikan awal polisi, saat memberi buah kepada monyet, puluhan hewan itu berkumpul di sekitar mereka. Anitha yang terkejut dengan gerakan mendadak monyet berusaha menjauh, tetapi kehilangan pijakan di tepi bukit dan jatuh ke medan berbatu di bawah. Polisi mengatakan ia menderita luka parah dan tewas di tempat.
Suaminya yang menyaksikan kejadian itu mengalami trauma berat. Pengunjung pura berusaha menolong, tetapi nyawa Anitha tak tertolong. Petugas kepolisian bersama warga dan pengelola pura mengevakuasi jenazah dari lereng bukit dan membawanya ke rumah sakit pemerintah untuk otopsi.
Polisi menegaskan bahwa bukti awal menunjukkan kecelakaan itu murni akibat ketakutan terhadap monyet. Namun, semua aspek masih diperiksa. Peristiwa ini kembali menyoroti meningkatnya populasi monyet di pura-pura bukit Tamil Nadu. Otoritas setempat berulang kali mengimbau peziarah tidak memberi makan satwa liar, karena praktik itu kerap memicu perilaku agresif monyet dan meningkatkan risiko kecelakaan di lokasi ziarah yang padat.
Di Indonesia, fenomena serupa juga kerap terjadi di kawasan wisata seperti Pura Luhur Uluwatu di Bali, di mana monyet ekor panjang sering berinteraksi dengan pengunjung. Meski belum ada laporan kematian akibat jatuh, kasus gigitan dan perampasan barang oleh monyet cukup sering terjadi. Para ahli konservasi mengingatkan bahwa memberi makan monyet tidak hanya membahayakan manusia tetapi juga mengubah perilaku alami hewan tersebut, membuatnya semakin bergantung pada pemberian makanan dan agresif saat tidak mendapatkannya.
Ke depannya, pengelola tempat wisata dan pura di Indonesia dapat belajar dari insiden ini untuk memperketat aturan larangan memberi makan satwa liar, serta menyediakan jalur aman dan pagar pelindung di area rawan kecelakaan. Pertanyaannya, apakah imbauan yang sudah ada selama ini cukup efektif, atau perlu sanksi tegas bagi pelanggar?



