Badai Petir Landa Sembilan Negara Bagian Malaysia, Warga Diimbau Waspada
Baca dalam 60 detik
- MetMalaysia mengeluarkan peringatan cuaca buruk berupa badai petir, hujan lebat, dan angin kencang di sembilan negara bagian hingga Selasa dini hari.
- Wilayah terdampak meliputi Perak, Terengganu, Pahang, Selangor, Negeri Sembilan, Melaka, Johor, Sarawak, dan Sabah dengan rincian daerah spesifik.
- Peringatan ini dikeluarkan pada Senin malam dan berlaku hingga pukul 01.00 waktu setempat, mengingatkan masyarakat akan potensi banjir dan pohon tumbang.

Kuala Lumpur โ Badai petir disertai hujan lebat dan angin kencang diprediksi melanda sembilan negara bagian Malaysia hingga Selasa (30/6) dini hari, menurut peringatan terbaru dari Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia). Peringatan yang dikeluarkan pada pukul 20.40 waktu setempat ini mencakup wilayah di Semenanjung Malaysia, Sarawak, dan Sabah, dengan potensi dampak yang signifikan terhadap aktivitas masyarakat.
MetMalaysia mendeteksi konsentrasi awan cumulonimbus yang dapat memicu cuaca ekstrem di beberapa daerah. Di Semenanjung, negara bagian yang terdampak antara lain Perak (Batang Padang dan Muallim); Terengganu (Hulu Terengganu, Marang, Dungun, dan Kemaman); Pahang (Lipis, Raub, Jerantut, Temerloh, Maran, Kuantan, Bera, Pekan, dan Rompin); Selangor (Hulu Selangor); Negeri Sembilan (Jempol dan Tampin); Melaka (Melaka Tengah dan Jasin); serta Johor (Tangkak, Segamat, Muar, Batu Pahat, Kluang, dan Pontian). Sementara itu, di Sarawak, wilayah yang diwaspadai meliputi Sibu, Kapit, Bintulu (Tatau dan Sebauh), Miri (Beluru, Telang Usan, dan Marudi), serta Limbang. Di Sabah, peringatan mencakup kawasan Pedalaman (Nabawan, Keningau, dan Tambunan), Pantai Barat (Ranau dan Kota Belud), serta Sandakan (Tongod, Telupid, Beluran, dan Sandakan).
Peringatan cuaca buruk ini dikeluarkan sebagai respons terhadap pembentukan sistem tekanan rendah di perairan sekitar yang meningkatkan kelembapan dan ketidakstabilan atmosfer. Masyarakat di daerah terdampak diimbau untuk menghindari aktivitas di luar ruangan, terutama di dekat pohon besar, papan reklame, dan struktur yang mudah roboh. Potensi banjir kilat juga perlu diwaspadai di daerah rendah dan aliran sungai.
Bagi warga Indonesia yang berada di Malaysia atau memiliki rencana perjalanan ke negara bagian tersebut, disarankan untuk memantau informasi cuaca terkini dan menunda perjalanan yang tidak mendesak. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia juga mengingatkan bahwa pola cuaca serupa dapat terjadi di beberapa wilayah Indonesia akibat pengaruh monsun yang sama.
MetMalaysia akan terus memperbarui informasi jika terjadi perubahan kondisi cuaca. Masyarakat dapat mengakses portal resmi atau media sosial MetMalaysia untuk mendapatkan peringatan real-time. Pertanyaan yang mengemuka adalah sejauh mana kesiapsiagaan infrastruktur dan sistem peringatan dini di kawasan Asia Tenggara dalam menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.



