Gempa Susulan 4,6 SR Guncang Caracas, Tim Penyelamat Berjibaku di Hari Kritis
Baca dalam 60 detik
- Gempa susulan berkekuatan 4,6 magnitudo mengguncang Caracas pada Senin pagi, menambah kepanikan warga yang masih trauma.
- Korban tewas akibat gempa kembar pekan lalu mencapai hampir 1.500 orang, dengan ratusan bangunan runtuh di negara bagian La Guaira.
- Bantuan internasional dari 24 negara telah dikerahkan, termasuk 2.700 personel penyelamat dan 86 tim anjing pelacak.

Warga Caracas kembali dikejutkan oleh guncangan gempa susulan berkekuatan 4,6 skala Richter pada Senin (29/6) pagi waktu setempat, di tengah upaya pencarian dan penyelamatan yang memasuki hari keempat pascagempa dahsyat yang melanda Venezuela pekan lalu.
Berdasarkan data dari United States Geological Survey (USGS), pusat gempa susulan berada di kedalaman 10 kilometer di utara ibu kota Venezuela tersebut. Meskipun belum ada laporan kerusakan signifikan, gempa ini menambah ketegangan warga yang masih berjuang menghadapi dampak bencana.
Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, melalui media sosial menyatakan bahwa gempa susulan tidak menimbulkan kerusakan berarti. Namun, fokus utama tim penyelamat tetap tertuju pada negara bagian La Guaira, wilayah yang paling parah terdampak oleh gempa kembar pada Rabu lalu.
Venezuela, yang selama ini dilanda krisis politik dan ekonomi berkepanjangan, kini harus menghadapi bencana alam yang memperparah kondisi sosial. Bantuan internasional pun mengalir deras. Otoritas setempat mencatat sebanyak 24 negara telah mengirimkan lebih dari 500 metrik ton perlengkapan, 2.700 personel penyelamat, dan 86 tim anjing pelacak untuk membantu proses evakuasi.
Salah satu kisah heroik yang mencuat adalah penyelamatan Aaron Levi, pemuda 21 tahun yang berhasil dievakuasi setelah terperangkap 106 jam di bawah reruntuhan bangunan di La Guaira. Presiden El Salvador, Nayib Bukele, mengapresiasi kerja sama tim penyelamat dari Venezuela, Meksiko, dan El Salvador yang memungkinkan operasi selama 43 jam itu berhasil. Pelaksana tugas presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, juga mengonfirmasi kisah tersebut.
Bagi Indonesia, bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi, mengingat posisi geografis Indonesia yang juga berada di kawasan rawan gempa. Kolaborasi internasional dalam penanganan bencana seperti yang terjadi di Venezuela dapat menjadi model bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk memperkuat sistem tanggap darurat dan mempercepat pemulihan pascabencana.
Tim penyelamat nasional dan internasional terus bekerja tanpa henti, sementara keluarga korban hilang masih menanti kabar. Pertanyaan besarnya, akankah upaya penyelamatan mampu menemukan lebih banyak korban selamat di tengah keterbatasan sumber daya dan kondisi politik yang tidak stabil?



