Gene Simmons: Mendekati Garis Akhir, Justru Semakin Kencang Berlari
Baca dalam 60 detik
- Vokalis KISS, Gene Simmons, menolak gaya hidup pasif di usia senja dan memilih terus berkarya serta tampil di panggung.
- Di usia 76 tahun, ia menekankan pentingnya menjaga aktivitas fisik dan mental agar tidak 'berkarat' menjelang akhir hayat.
- Simmons membandingkan semangatnya dengan musisi senior lain seperti Paul McCartney dan Bruce Springsteen yang juga tak berhenti manggung.

Gene Simmons, pentolan band legendaris KISS, menegaskan bahwa mendekati usia 77 tahun bukan alasan untuk berhenti bergerak. Dalam wawancara dengan Bill O'Reilly di program We'll Do It Live!, ia mengungkapkan filosofi hidup yang justru semakin agresif saat menyadari waktu semakin terbatas. "Jika saya melihat garis finis, saya hanya punya dua, tiga, atau setahun lagi. Apa yang akan Anda lakukan? Duduk diam dan menunggu mati?" ujarnya.
Simmons, yang akan genap 77 tahun pada Agustus mendatang, mengaku saat ini merasa "lebih ambisius dan setengah kerasukan" dibanding sebelumnya. Ia menolak mentalitas pensiun yang pasif, yang menurutnya banyak dianut oleh para lansia. "Banyak orang, banyak senior yang menyerah, merasa semuanya sudah berakhir. Tapi saya pikir mereka kehilangan intinya," katanya. Ia menyarankan untuk "gunakan atau hilang" dan "bangun setiap hari dan pompa jantung itu".
Dalam kesempatan terpisah bersama AZ Big Media, Simmons juga merespons pertanyaan mengapa ia masih memilih tampil di panggung. Ia membandingkan dirinya dengan Paul McCartney, Bruce Springsteen, dan Rod Stewart yang juga terus manggung meski usia tak lagi muda. "Jawaban yang jelas adalah, 'Kami mencintainya.' Ada keajaiban yang terjadi di atas panggung, antara band dan penggemar. Sulit untuk berpesta sendirian," jelasnya.
Pernyataan Simmons ini mengingatkan pada pentingnya menjaga produktivitas dan koneksi sosial di usia senja. Di Indonesia, di mana jumlah lansia terus meningkat, pesan ini menjadi relevan. Banyak pensiunan justru mengalami penurunan kualitas hidup karena kurangnya aktivitas bermakna. Simmons menawarkan alternatif: terus bergerak, tetap terlibat, dan jangan takut pada garis finis.
Ke depannya, pertanyaan yang muncul adalah apakah generasi baby boomer di Indonesia akan mengadopsi pola pikir serupa? Ataukah budaya pensiun yang pasif masih akan mendominasi? Simmons setidaknya telah memberikan contoh bahwa usia hanyalah angka, dan semangat adalah pilihan.



