Dua Topan Sekaligus Mengancam Jepang: Warga Dievakuasi, Shinkansen Terancam Berhenti
Baca dalam 60 detik
- Badan Meteorologi Jepang memperingatkan dua topan, Higos dan Mekkhala, akan mendekat dan berpotensi mendarat pada akhir pekan ini.
- Lebih dari 2 juta jiwa di 13 prefektur telah menerima perintah evakuasi akibat hujan deras dan risiko longsor.
- Layanan kereta peluru Tokaido Shinkansen antara Tokyo dan Osaka kemungkinan akan ditunda atau dibatalkan mulai Sabtu pagi.

Jepang bersiap menghadapi ancaman ganda dari dua siklon tropis yang diperkirakan akan mendekati daratan pada akhir pekan ini, memicu perintah evakuasi massal dan gangguan besar pada transportasi publik. Badan Meteorologi Jepang (JMA) pada Jumat (27/6) mengeluarkan peringatan dini terkait Topan Higos dan Topan Mekkhala yang bergerak dari Samudra Pasifik menuju wilayah barat dan timur negara tersebut.
Topan Higos diprediksi akan mencapai daratan pada Sabtu (28/6), sementara Topan Mekkhala telah mendekati wilayah Amami di Prefektur Kagoshima, Jepang barat daya, dan diperkirakan bergerak menuju wilayah Kanto pada hari yang sama. Meskipun kedua topan diperkirakan akan melemah menjadi siklon ekstratropis setelah mendekat, JMA tetap mengingatkan publik akan risiko tanah longsor dan banjir yang signifikan.
Dampak langsung sudah terasa di sektor transportasi. JR Central mengumumkan bahwa layanan kereta peluru di Jalur Tokaido Shinkansen yang menghubungkan Tokyo dan Osaka kemungkinan akan dibatalkan atau mengalami penundaan mulai Sabtu pagi. Keputusan ini diambil untuk mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem yang dapat membahayakan keselamatan perjalanan.
Di Seika, Prefektur Kyoto, peringatan darurat level 5โlevel tertinggi dalam sistem keselamatan Jepangโdikeluarkan untuk sebagian wilayah setelah terjadi tanah longsor pada Jumat pagi. Kejadian ini mendorong otoritas setempat untuk segera mengevakuasi warga di zona rawan bencana. Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana Jepang mencatat bahwa perintah evakuasi telah mencakup lebih dari 2 juta jiwa yang tersebar di 13 prefektur, terutama di wilayah Kinki dan Kyushu.
Bagi Indonesia, fenomena cuaca ekstrem di Jepang ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi. Mengingat Indonesia juga kerap dilanda banjir dan longsor akibat hujan deras, sistem peringatan dini dan infrastruktur evakuasi yang andal menjadi krusial. Selain itu, gangguan pada jalur transportasi utama Jepang seperti Shinkansen dapat berdampak pada rantai pasok global, termasuk komponen elektronik dan otomotif yang banyak dipasok dari Jepang ke Indonesia.
JMA memperkirakan bahwa Topan Higos akan terus bergerak ke utara di sepanjang pantai selatan Jepang, memperkuat curah hujan di wilayah Tokai dan Kanto hingga Sabtu. Sementara itu, Topan Mekkhala pada Jumat pukul 11.00 waktu setempat bergerak ke timur laut dengan kecepatan 15 km per jam di lepas pantai Pulau Kume, Okinawa. Pertanyaan yang kini mengemuka adalah seberapa efektif langkah mitigasi yang telah disiapkan pemerintah Jepang dalam menghadapi dua topan yang datang hampir bersamaan, dan apakah sistem transportasi serta infrastruktur vital mampu bertahan tanpa gangguan berarti.



