Dembele Cetak Hattrick Bersejarah, Prancis Puncaki Grup Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Ousmane Dembele mencetak hattrick tercepat kedua dalam sejarah Piala Dunia saat Prancis mengalahkan Norwegia 4-1.
- Kemenangan ini memastikan Prancis finis sebagai juara grup untuk pertama kalinya sejak 1998, meski tanpa pelatih utama Didier Deschamps.
- Prancis akan menghadapi peringkat ketiga dari grup lain di babak 32 besar, sementara Norwegia bertemu Pantai Gading.

Ousmane Dembele mengukir namanya dalam buku rekor Piala Dunia setelah mencetak hattrick di babak pertama yang membawa Prancis menaklukkan Norwegia 4-1 di Boston, sekaligus memastikan posisi puncak grup untuk pertama kalinya sejak 1998. Penampilan gemilang pemain Paris Saint-Germain itu tidak hanya mengantarkan Les Bleus ke babak gugur dengan catatan sempurna, tetapi juga menegaskan kedalaman skuad juara bertahan Eropa.
Pertandingan yang mempertemukan dua tim yang sudah lolos ini sejatinya diharapkan menjadi panggung duel antara Erling Haaland dan Kylian Mbappe. Namun, pelatih Norwegai justru melakukan sepuluh perubahan starting XI, dan Haaland hanya duduk di bangku cadangan. Sebaliknya, Prancis tetap tampil agresif meski tanpa pelatih utama Didier Deschamps yang absen; asisten Guy Stephan memegang kendali teknis.
Dembele, yang sebelumnya belum pernah mencetak gol di turnamen besar, memecahkan kebuntuan pada menit ketujuh setelah menerima umpan silang Mbappe. Ia kemudian menggandakan keunggulan dengan tendangan jarak jauh yang spektakuler, dan melengkapi hattrick pada menit ke-32โmenjadikannya hattrick tercepat kedua dalam sejarah Piala Dunia setelah Erich Probst (1954). Hattrick ini juga menjadi yang pertama di babak pertama sejak Oleg Salenko pada 1994.
Meski mendominasi, Prancis sempat kecolongan saat Thelo Aasgaard memanfaatkan kelengahan lini belakang untuk memperkecil kedudukan. Namun, gol penalti Norwegia yang gagal di awal babak kedua menjadi momentum balik. Desire Doue memastikan kemenangan dengan sundulan pertamanya di Piala Dunia pada menit ke-90+4, sebuah pencapaian yang disambut positif oleh Stephan.
"Pikiran kami bersama Didier. Kami tidak sabar menunggunya kembali. Permainan ini penuh kenikmatan, intensitas, dan peluang. Kami mencetak empat gol. Ousmane mencetak hattrick, dan Desire Doue mencetak sundulan pertama dalam kariernya. Itu semua hal positif, tetapi ada momen di mana kami tidak tampil maksimal dan perlu diperbaiki. Semakin jauh turnamen ini, lawan akan semakin kuat. Kami harus tetap waspada," ujar Guy Stephan, asisten pelatih Prancis, dalam konferensi pers usai laga.
Bagi Indonesia, performa Prancis ini menjadi pengingat akan pentingnya kedalaman skuad dan rotasi pemainโsebuah pelajaran yang relevan bagi Timnas Garuda yang kerap bergantung pada pemain inti. Sementara itu, Norwegia yang menyimpan Haaland justru menunjukkan bahwa strategi rotasi ekstrem dapat berisiko jika tidak diimbangi dengan efektivitas di lapangan.
Prancis kini menunggu lawan dari peringkat ketiga Grup C, D, F, G, atau H di babak 32 besar. Norwegia, di sisi lain, akan berhadapan dengan Pantai Gading. Dengan performa ofensif yang mengilap, Les Bleus layak diunggulkan, tetapi konsistensi pertahanan tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dirampungkan sebelum menghadapi lawan yang lebih tangguh.



