Arsenal Kirim Tawaran Perdana untuk Bruno Guimaraes, Newcastle Tolak Mentah-Mentah
Baca dalam 60 detik
- Arsenal secara resmi mengajukan tawaran senilai £55 juta untuk Bruno Guimaraes dalam 24 jam terakhir, namun langsung ditolak Newcastle.
- Newcastle membanderol kaptennya itu setara dengan Sandro Tonali, yakni di kisaran £100 juta, dan menolak negosiasi pada angka saat ini.
- Guimaraes dinilai sebagai gelandang serba bisa yang bisa menjadi pelengkap sempurna bagi Declan Rice di lini tengah Arsenal.

Arsenal kembali menunjukkan ambisinya di bursa transfer musim panas 2026 dengan mengirimkan tawaran resmi untuk Bruno Guimaraes, kapten Newcastle United. Langkah ini dilakukan hanya beberapa jam setelah The Gunners dikabarkan juga membidik rekan setim Guimaraes, Sandro Tonali. Namun, Newcastle dengan tegas menolak tawaran awal yang disebut-sebut bernilai £55 juta.
Menurut laporan pakar transfer Fabrizio Romano, Arsenal telah melakukan pendekatan formal dalam 24 jam terakhir. Namun, The Magpies langsung menepis tawaran tersebut dan menyatakan bahwa Guimaraes tidak akan dilepas dengan harga di bawah sembilan digit—setara dengan banderol Tonali yang mencapai £100 juta. Sikap Newcastle ini menunjukkan betapa berharganya pemain asal Brasil itu bagi proyek Eddie Howe.
Guimaraes, yang bergabung dengan Newcastle dari Lyon pada Januari 2022, telah menjadi pilar utama di lini tengah. Rekan setimnya di timnas Brasil, Gabriel Martinelli, bahkan menyebutnya sebagai "salah satu gelandang terbaik di dunia". Perpaduan antara intensitas tinggi, energi tanpa henti, dan kemampuan teknis yang mumpuni membuatnya menjadi incaran banyak klub top Eropa.
Menariknya, profil Guimaraes dinilai sangat cocok dengan kebutuhan Arsenal. Analis Raj Chohan memuji penampilannya yang "kelas dunia" bersama Brasil di Piala Dunia. Dengan kemampuan bertahan yang kokoh dan kontribusi ofensif yang signifikan, Guimaraes diyakini bisa menjadi mitra ideal bagi Declan Rice di lini tengah Arsenal. Perpaduan keduanya bisa menciptakan keseimbangan sempurna antara pertahanan dan serangan.
Meski Newcastle bersikeras tidak akan menjual Guimaraes dengan harga murah, Arsenal memiliki daya finansial yang cukup untuk terus mendorong negosiasi. Selain itu, proyek olahraga yang ditawarkan Arsenal—terutama setelah berhasil merebut gelar Premier League 2024/25—bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi Guimaraes. Namun, waktu terus berjalan, dan Spurs juga dikabarkan semakin dekat dengan Tonali, yang bisa memaksa Arsenal untuk memfokuskan diri pada Guimaraes.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Arsenal ini menarik untuk diikuti. Jika Guimaraes benar-benar bergabung, lini tengah Arsenal akan menjadi salah satu yang terkuat di Eropa. Namun, pertanyaan besarnya: apakah Arsenal bersedia membayar mahal untuk pemain yang sudah berusia 28 tahun, atau akan beralih ke target lain seperti Elliot Anderson yang lebih muda?



