Buru Alex Scott, Arsenal Korbankan Masa Depan Myles Lewis-Skelly?
Baca dalam 60 detik
- Arsenal mengincar gelandang Bournemouth Alex Scott dengan banderol £80 juta sebagai prioritas bursa musim panas.
- Pembelian Scott berpotensi menghambat menit bermain Myles Lewis-Skelly yang baru saja menunjukkan performa apik di lini tengah.
- Kedatangan pemain mahal bisa mengulang nasib Emile Smith Rowe dan Aaron Ramsdale yang tersingkir meski tak banyak berbuat salah.

Arsenal berencana menggelontorkan dana besar untuk merekrut gelandang Bournemouth, Alex Scott, pada bursa transfer musim panas ini. Langkah itu dinilai dapat mengancam masa depan Myles Lewis-Skelly, pemain muda jebolan akademi yang baru saja merebut kepercayaan pelatih Mikel Arteta.
Setelah merebut gelar Premier League untuk pertama kalinya dalam 22 tahun, Arsenal ingin membangun dinasti. Dua target utama mereka musim panas ini adalah mendatangkan penyerang baru—dengan Morgan Rogers menjadi prioritas—dan seorang gelandang untuk memperkuat lini tengah yang kelelahan musim lalu. Dalam upaya tersebut, nama Bruno Guimaraes dari Newcastle menjadi incaran utama, namun tawaran awal senilai £55 juta ditolak. Arsenal pun menyiapkan alternatif, termasuk Ayyoub Bouaddi dari Lille dan Alex Scott dari Bournemouth.
Menurut laporan Daily Mail, Arsenal dan Manchester United semakin optimistis bisa merekrut Scott, meskipun Bournemouth enggan melepasnya. Untuk membujuk klub yang kini dilatih Marco Rose itu, diperlukan tawaran sekitar £80 juta. Situasi ini menjadi rumit karena Bournemouth berniat mengikat pemain kelahiran Guernsey tersebut dengan kontrak baru.
Myles Lewis-Skelly menjalani dua musim yang kontras. Setelah menembus tim utama dan tampil gemilang melawan PSG serta Real Madrid di Liga Champions, ia justru kesulitan mendapatkan menit bermain di musim 2025/26. Baru pada akhir musim ia kembali dipercaya sebagai starter di tiga laga domestik dan final Liga Champions—bukan sebagai bek kiri, melainkan gelandang. Posisi inilah yang kini terancam oleh kedatangan Scott.
Menurut podcaster dan penulis Adam Joseph, Scott adalah gelandang pembawa bola yang progresif, tahan tekanan, dan mampu menusuk ke sepertiga akhir lapangan—karakteristik yang mirip dengan Lewis-Skelly. Mantan pelatih Bournemouth, Andoni Iraola, bahkan menyebut Scott sebagai “salah satu gelandang terbaik di Premier League.” Keunggulan Scott di sepertiga akhir, dengan torehan empat gol musim lalu, menjadi nilai lebih yang mungkin membuat Arteta lebih memilihnya.
Arteta telah menunjukkan sisi kejamnya dengan melepas Emile Smith Rowe dan Aaron Ramsdale meski keduanya tidak banyak berbuat salah. Jika seorang gelandang mahal seperti Scott datang, bukan tidak mungkin Lewis-Skelly bernasib serupa. Pertanyaannya, apakah Arsenal rela mengorbankan prospek jangka panjang demi hasil instan di musim depan?



