Aston Villa Siap Caplok Lloyd Kelly dari Juventus dengan Harga Diskon
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa mengincar bek Juventus, Lloyd Kelly, dengan banderol sekitar €30 juta atau Rp520 miliar.
- Bek berusia 27 tahun itu dinilai sebagai solusi ekonomis untuk memperkuat lini pertahanan Villa yang rata-rata berusia di atas 29 tahun.
- Potensi transfer ini juga menguntungkan secara finansial karena Kelly merupakan pemain homegrown yang bisa dijual dengan laba bersih di masa depan.

Aston Villa bersiap bergerak di bursa transfer musim panas ini dengan membidik bek Juventus, Lloyd Kelly, yang diperkirakan bisa ditebus dengan harga di bawah nilai pasarnya. Klub asal Birmingham itu tengah mengumpulkan informasi mengenai pemain berusia 27 tahun tersebut, dan minat mereka disebut sudah memasuki tahap serius.
Menurut laporan media Italia, TuttoJuve, Juventus membanderol Kelly sekitar €35 juta atau setara £30 miliar. Namun, Villa diyakini bisa mendapatkan diskon hingga €30 juta (£26 juta) karena kebutuhan Bianconeri untuk merampingkan skuad. Bagi Villa, angka tersebut masuk akal mengingat mereka masih dibayangi aturan keberlanjutan keuangan (SCR) yang membatasi pengeluaran.
Kelly bukan nama asing di Premier League. Sebelum hijrah ke Juventus, ia membela Bournemouth dan mencatatkan lebih dari 100 penampilan. Pengalamannya di Serie A juga dinilai menambah nilai jual, terutama untuk mengisi sektor bek tengah yang saat ini dihuni Pau Torres (29 tahun) dan Tyrone Mings (33 tahun). Kehadiran Kelly diharapkan bisa menjadi jembatan regenerasi lini belakang Villa.
Dari sisi finansial, Kelly juga menjadi aset strategis. Sebagai pemain homegrown, ia memenuhi kuota pemain lokal dan bisa dijual kapan saja dengan laba bersih penuh—sebuah keuntungan penting bagi Villa yang kerap berurusan dengan batasan SCR. Jika performanya tidak sesuai harapan, klub bisa melepasnya tanpa rugi besar.
Meski demikian, kesepakatan masih dalam tahap awal. Villa belum mengajukan tawaran resmi, dan Juventus menunggu langkah selanjutnya. Yang jelas, bursa transfer musim panas ini belum menunjukkan pergerakan besar dari kubu Unai Emery, dan Kelly bisa menjadi sinyal bahwa mereka mulai serius berbelanja.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Villa ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub Premier League kelas menengah beradaptasi dengan regulasi keuangan yang ketat. Alih-alih membeli pemain mahal, mereka memilih pemain dengan nilai jual kembali tinggi—sebuah strategi yang mungkin bisa ditiru oleh klub-klub Asia, termasuk Indonesia, yang mulai menerapkan aturan serupa.
Pertanyaan selanjutnya: akankah Villa benar-benar merealisasikan minatnya menjadi tawaran konkret? Ataukah Kelly hanya akan menjadi salah satu dari sekian banyak nama yang dikaitkan tanpa kesepakatan nyata? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan.



