Pukulan Archer ke Kepala, Blair Tickner Alami Gegar Otak dan Absen di Tes Ketiga
Baca dalam 60 detik
- Blair Tickner dipastikan absen di sisa laga Tes ketiga setelah kepalanya terkena lemparan Jofra Archer.
- Pemain berusia 32 tahun itu sempat melanjutkan bowling tanpa wicket sebelum akhirnya mundur karena mual.
- Zak Foulkes ditunjuk sebagai pengganti, sementara Inggris menutup hari kedua dengan skor 223/2.

Pukulan keras dari Jofra Archer membuat bowler Selandia Baru Blair Tickner harus menepi dari lapangan. Tickner dinyatakan mengalami gegar otak setelah terkena bola di bagian helm saat menjadi pemukul, dan dipastikan tidak akan tampil di sisa pertandingan Tes ketiga melawan Inggris di Trent Bridge.
Insiden terjadi pada sesi pertama saat Tickner, yang turun sebagai pemukul nomor 10, berusaha menghadapi lemparan cepat Archer. Bola menghantam helmnya dengan keras, namun ia sempat melanjutkan permainan dan melempar tiga over tanpa berhasil mengambil wicket. Setelah istirahat teh, Tickner mengeluh mual dan memutuskan untuk tidak kembali ke lapangan, yang kemudian memicu pemeriksaan medis lebih lanjut.
Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh New Zealand Cricket melalui akun media sosial resmi mereka. Mereka menyatakan bahwa Tickner telah dilarang bermain untuk sisa pertandingan dan Zak Foulkes telah dipanggil sebagai pengganti. Keputusan ini mengikuti protokol gegar otak yang ketat di kriket internasional, di mana pemain yang mengalami cedera kepala tidak diizinkan kembali bertanding tanpa persetujuan medis.
Bagi Selandia Baru, kehilangan Tickner menjadi pukulan tersendiri di momen krusial. Tes ketiga ini merupakan penentu seri, dan tim Kiwi tengah berusaha mempertahankan keunggulan 215 run setelah babak pertama. Inggris, yang menutup hari kedua dengan skor 223/2, masih memiliki peluang besar untuk mengejar ketertinggalan. Ketiadaan Tickner mengurangi opsi bowling bagi kapten Tim Southee, terutama di tengah tekanan dari batsmen tuan rumah.
Di Indonesia, meski kriket belum sepopuler sepak bola atau bulu tangkis, peristiwa ini menyoroti pentingnya keselamatan pemain di olahraga dengan bola keras. Federasi Kriket Indonesia (Forki) dapat menjadikan kasus Tickner sebagai pengingat untuk memperketat protokol cedera kepala di kompetisi domestik. Langkah preventif seperti penggunaan helm standar dan pemeriksaan medis wajib setelah benturan bisa mengurangi risiko serupa di masa depan.
Pertandingan masih menyisakan tiga hari ke depan. Tanpa Tickner, Selandia Baru harus mengandalkan kombinasi bowler lain untuk membatasi laju Inggris. Pertanyaan besarnya: mampukah skuad Kiwi mempertahankan keunggulan mereka, atau justru Inggris yang akan membalikkan keadaan?



