Patrick Vieira Sebut Manu Koné Gelandang Terbaik Prancis Saat Ini, Arsenal Jadi Peminat Terdepan
Baca dalam 60 detik
- Legenda Arsenal Patrick Vieira menobatkan gelandang Roma Manu Koné sebagai yang terbaik di Prancis, mengungguli Tchouaméni dan Rabiot.
- Penampilan impresif Koné di Serie A dan Piala Dunia 2026 mendorong harga pasarannya menembus €50 juta, dengan Arsenal sebagai kandidat utama pembeli.
- Roma terpaksa menjual Koné sebelum 30 Juni untuk menyeimbangkan keuangan klub, membuka peluang transfer besar di bursa musim panas.

Legenda Arsenal dan mantan pelatih Genoa, Patrick Vieira, secara mengejutkan menyebut gelandang Roma, Manu Koné, sebagai gelandang terbaik Prancis saat ini. Pujian itu disampaikan Vieira saat menjadi komentator Piala Dunia 2026 untuk ITV Football, menjelang laga terakhir fase grup Les Bleus melawan Norwegia.
Koné, yang baru mengoleksi 16 caps senior bersama timnas Prancis, sempat dicadangkan pada laga pembuka melawan Senegal, namun kemudian menjadi starter dalam dua pertandingan berikutnya melawan Irak dan Norwegia. Menurut Vieira, pemain berusia 24 tahun itu memiliki keunggulan dibandingkan gelandang lain seperti Aurélien Tchouaméni dan Adrien Rabiot. “Dia memiliki mobilitas, agresivitas, kemampuan merebut bola, dan kecakapan teknis untuk membangun serangan serta menembus garis pertahanan lawan,” ujar Vieira.
Komentar Vieira muncul ketika ada yang menyebut Koné sebagai 'water carrier'—istilah yang merendahkan peran gelandang bertahan. Namun, mantan kapten Arsenal itu menolak keras label tersebut. “Saya tidak suka istilah itu. Dia memang merebut bola, tapi dia punya lebih dari yang lain: dia bisa bermain ke depan. Kadang Tchouaméni membuat frustrasi karena terlalu banyak operan ke samping atau ke belakang, tapi Koné lebih banyak mengirim bola ke depan,” tegas Vieira.
Statistik musim ini membuktikan pernyataan Vieira. Koné mencatatkan dua gol dan tiga assist dalam 29 penampilan Serie A, membantu Roma finis di posisi ketiga. Performa apiknya di level klub berlanjut di panggung Piala Dunia, membuat nilai pasarnya meroket. Saat ini, harga Koné diperkirakan sudah melampaui €50 juta—melonjak drastis dari €18 juta yang dibayarkan Roma ke Borussia Mönchengladbach pada musim panas 2024.
Dengan banderol yang terus naik, persaingan mendapatkan tanda tangan Koné diprediksi memanas. Inter Milan sempat menjadi peminat serius dalam setahun terakhir, namun kini tampaknya tersisih karena maharnya yang terlalu tinggi. Arsenal, klub yang dibela Vieira selama sembilan musim, justru muncul sebagai favorit utama. Kebutuhan Arsenal akan gelandang bertahan berkualitas setelah kepergian Thomas Partey dan cedera berkepanjangan pemain lain membuat Koné menjadi target ideal.
Di sisi lain, Roma berada dalam tekanan finansial. Klub ibu kota Italia itu harus menjual setidaknya satu pemain sebelum 30 Juni untuk menyeimbangkan neraca keuangan. Koné, sebagai aset paling bernilai, menjadi kandidat utama yang akan dilego dengan keuntungan besar. Jika transfer terealisasi, Arsenal bisa mendapatkan gelandang yang dianggap Vieira sebagai yang terbaik di Prancis saat ini—sebuah pernyataan yang tentu akan diuji di Premier League.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Koné patut dicermati. Jika ia bergabung dengan Arsenal, lini tengah The Gunners akan semakin kokoh dan berpotensi menjadi ancaman serius bagi dominasi Manchester City. Namun, pertanyaan besarnya: mampukah Koné mempertahankan performa puncaknya di liga yang jauh lebih kompetitif? Atau justru label 'gelandang terbaik Prancis' akan menjadi beban yang terlalu berat?



