Kejutan di Belfast: Irlandia Taklukkan Juara Dunia India untuk Pertama Kalinya
Baca dalam 60 detik
- Irlandia mencatat kemenangan bersejarah atas India dalam pertandingan T20 pertama di Belfast, mengakhiri dominasi juara dunia.
- Kegagalan India mengejar target 183 run dipicu oleh keruntuhan middle-order setelah kepergian Abhishek Sharma.
- Kekalahan ini menjadi sinyal peringatan bagi India menjelang seri berikutnya, sekaligus bukti peningkatan kualitas kriket Irlandia.

Juara dunia India harus menelan pil pahit saat dikalahkan Irlandia untuk pertama kalinya dalam sejarah kriket internasional, dengan selisih 34 run dalam laga Twenty20 pertama di Belfast, Jumat (25/6). Kekalahan ini menjadi kejutan besar mengingat status India sebagai penguasa turnamen sejak merebut Piala Dunia Maret lalu.
Menantang target 183 run, India memulai dengan gemilang berkat Abhishek Sharma yang mencetak 50 run hanya dari 19 bola, termasuk tujuh four dan dua six. Namun, pelempar cepat Irlandia Liam McCarthy menghentikan laju Sharma pada over kedelapan, memicu keruntuhan middle-order India. Debutan Matt Hollard, yang baru pertama kali tampil di T20, mengambil tiga wicket krusialโIshan Kishan, kapten Shreyas Iyer, dan Washington Sundarโdalam empat over-nya.
Debutan lain, Jai Moondra, juga tampil impresif dengan dua wicket, termasuk memutus kemitraan 35 run antara Shivam Dube dan Axar Patel. India akhirnya tumbang dengan skor 148 run dalam 18,5 over, mencatat kekalahan pertama mereka di format ini sejak meraih gelar juara dunia.
Kapten Irlandia, Lorcan Tucker, yang mencetak fifty, mengakui kemenangan ini diraih dengan perjuangan keras. โKami melalui periode sulit, tetapi tetap bertahan. Kami bekerja keras dan beruntung mendapatkan hasil akhir,โ ujarnya dalam seremoni pasca-pertandingan. Gareth Delany juga berkontribusi dengan 49 run, membantu Irlandia menetapkan target yang menantang.
Bagi India, kekalahan ini menjadi alarm. Kapten Shreyas Iyer menyatakan timnya akan bangkit pada pertandingan kedua, Minggu mendatang, untuk menyamakan kedudukan. Namun, performa middle-order yang rapuh menjadi sorotan utama. Kegagalan mempertahankan momentum setelah kepergian Sharma menunjukkan kelemahan dalam kedalaman batting India.
Konteks Indonesia: Meski kriket belum sepopuler sepak bola atau bulu tangkis di Tanah Air, kejutan seperti ini menunjukkan bahwa olahraga ini penuh dinamika. Bagi penggemar kriket Indonesia, hasil ini bisa menjadi inspirasi bahwa tim underdog mampu mengalahkan raksasa. Federasi Kriket Indonesia (FKI) dapat memetik pelajaran tentang pentingnya pengembangan pemain muda dan strategi permainan yang adaptif.
Ke depan, India harus segera memperbaiki kelemahan mereka jika ingin mempertahankan dominasi. Sementara itu, Irlandia membuktikan bahwa mereka bukan lagi tim penggembira. Akankah kemenangan ini menjadi awal kebangkitan kriket Irlandia? Ataukah India akan kembali ke jalur kemenangan di laga berikutnya? Publik kriket dunia menanti jawabannya.



