Sinner Bertahan di Wimbledon: Juara Bertahan Lolos dari Lima Set
Baca dalam 60 detik
- Jannik Sinner menang dramatis 4-6, 6-3, 6-7(6), 6-2, 6-3 atas Miomir Kecmanovic di babak pertama Wimbledon.
- Petenis Italia itu sempat terpeleset dan mengalami cedera kuku kaki, namun bangkit dengan 31 ace dan 72 winner.
- Kemenangan ini menghindarkan Sinner dari catatan buruk sebagai juara bertahan yang tersingkir di ronde awal.

Juara bertahan Wimbledon, Jannik Sinner, nyaris tersingkir di babak pertama setelah menjalani pertarungan lima set yang menegangkan melawan petenis Serbia Miomir Kecmanovic, Selasa (1/7). Unggulan pertama dunia itu akhirnya menang 4-6, 6-3, 6-7(6), 6-2, 6-3 dalam waktu tiga setengah jam di Centre Court.
Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi Sinner yang baru pulih dari kekalahan mengejutkan di Perancis Terbuka bulan lalu. Saat itu ia unggul dua set dan 5-1 atas Juan Manuel Cerundolo, namun akhirnya kalah setelah mengalami penurunan fisik akibat panas terik Paris. Di Wimbledon, Sinner memilih tidak bermain di turnamen rumput pemanasan, sehingga laga ini menjadi pertandingan pertamanya sejak insiden tersebut.
Kecmanovic, yang berada di peringkat 50 dunia, tampil tanpa beban dan mampu merebut set pertama setelah Sinner melakukan dua kali double fault berturut-turut. Petenis Serbia itu juga memenangi tie-break set ketiga dengan comeback dari 3-0 dan 5-6, mendapat standing ovation dari penonton. Namun Sinner menunjukkan mental juara dengan segera bangkit di set keempat dan kelima.
Momen menegangkan terjadi di set ketiga saat Sinner terpeleset di baseline dan butuh waktu untuk berdiri. Wasit pun menghampiri untuk memeriksa kondisinya. Selain itu, darah terlihat merembes dari sepatu putihnya di set keempat, yang kemudian dijelaskan akibat masalah kuku kaki. Meski demikian, Sinner mampu meningkatkan level permainan saat kritis dan menyelesaikan laga dengan empat game beruntun di set penentuan.
Bagi penggemar tenis Indonesia, performa Sinner ini mengingatkan pada pentingnya ketahanan fisik dan mental di turnamen Grand Slam. Dengan absennya Carlos Alcaraz karena cedera, Sinner menjadi favorit kuat untuk mempertahankan gelar. Namun, catatan buruknya dalam pertandingan lima set (hanya 6 kemenangan dari 18 laga) menjadi celah yang bisa dimanfaatkan lawan-lawan berikutnya.
Di babak kedua, Sinner akan menghadapi petenis Portugal Nuno Borges. Pertanyaan besarnya: mampukah Sinner mempertahankan konsistensi dan menghindari kejutan seperti yang nyaris dialami kali ini? Atau justru performa gemilang di dua set terakhir menjadi sinyal kebangkitannya setelah kegagalan di Roland Garros?



