Anderson Dilepas ke Man City, Nottingham Forest Buru Bergvall: Langkah Tepat?
Baca dalam 60 detik
- Nottingham Forest menerima £116 juta dari Manchester City untuk Elliot Anderson, rekor transfer pemain Inggris.
- Klub Midlands itu kini mengincar Lucas Bergvall dari Tottenham, tetapi analis menilai Hayden Hackney lebih cocok sebagai pengganti.
- Keputusan Forest akan menentukan arah tim di musim depan, dengan dana melimpah namun risiko salah belanja.

Nottingham Forest harus merelakan gelandang andalannya, Elliot Anderson, yang bergabung dengan Manchester City dengan nilai transfer mencapai £116 juta—sebuah rekor baru untuk pemain Inggris. Uang sebanyak itu membuat manajemen Forest bernafsu membelanjakan dana segar, namun tantangan terbesarnya justru mencari pengganti yang setara.
Anderson, yang tengah membela Inggris di Piala Dunia 2026, telah menjalani tes medis di Amerika Serikat. Kepergiannya sudah diperkirakan sejak lama, dan Forest telah menyiapkan sejumlah nama incaran. Inter Milan bersama Davide Frattesi menjadi target jangka panjang, namun kesepakatan itu tergantung pada langkah Inter mendatangkan Curtis Jones. Nama lain yang mencuat adalah Hayden Hackney dari Middlesbrough.
Namun, menurut laporan Ben Jacobs, Forest justru memprioritaskan Lucas Bergvall dari Tottenham Hotspur. Gelandang Swedia berusia 20 tahun itu dikabarkan ingin hengkang musim panas ini, dan Spurs memasang banderol £45 juta. Bergvall dianggap memiliki kemampuan pressing yang baik serta pengalaman di Premier League dan Liga Champions. Pelatih Brentford, Thomas Frank, bahkan membandingkannya dengan Dominik Szoboszlai karena keduanya memiliki kekuatan berlari dan kemampuan membawa bola.
Meski demikian, analisis lebih dalam menunjukkan bahwa Bergvall bukanlah pengganti ideal Anderson secara langsung. Dalam hal recoveries—salah satu keunggulan utama Anderson—tidak ada pemain di Eropa yang lebih baik. Hayden Hackney, menurut data, lebih mendekati profil tersebut dan juga memiliki kontribusi gol. Dengan dana yang melimpah, Forest seharusnya mempertimbangkan opsi yang lebih tepat ketimbang tergiur nama besar Bergvall.
Bagi pembaca di Indonesia, pergerakan bursa transfer Premier League selalu menarik dicermati, terutama terkait bagaimana klub-klub kaya seperti Nottingham Forest mengelola keuangan dan strategi tim. Keputusan salah belanja bisa berdampak panjang, sementara pembelian tepat bisa mengangkat performa tim ke level lebih tinggi. Ini menjadi pelajaran berharga bagi klub-klub Indonesia yang mulai agresif di bursa transfer.
Ke depan, Forest harus memutuskan apakah akan merekrut Bergvall atau beralih ke Hackney. Dengan harga yang lebih terjangkau dan kesesuaian statistik, Hackney bisa menjadi pilihan cerdas. Namun, tekanan untuk segera menggantikan Anderson dengan nama besar bisa mengaburkan pertimbangan rasional. Akankah Marinakis mengambil langkah berani atau justru terjebak dalam gebyar pasar?



