Tottenham Bersih-Bersih Skuad: Empat Pemain Dilego Demi Dana £150 Juta
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur berencana menjual empat pemain utama musim panas ini untuk mengumpulkan dana sekitar £150 juta, di tengah tekanan finansial dan aturan Profitability and Sustainability Rules (PSR).
- Cristian Romero, Richarlison, Guglielmo Vicario, dan Lucas Bergvall menjadi kandidat utama yang akan dilepas, dengan masing-masing memiliki nilai jual dan minat dari klub Eropa lainnya.
- Langkah ini merupakan bagian dari strategi restrukturisasi skuad di bawah pelatih baru Roberto De Zerbi, sekaligus persiapan menuju era baru regulasi keuangan klub pada musim 2026/27.

Tottenham Hotspur tengah bersiap melakukan perombakan besar-besaran pada skuad mereka musim panas ini. Klub asal London Utara itu berencana melego empat pemain andalan untuk mengumpulkan dana segar sekitar £150 juta, di tengah tekanan finansial yang semakin ketat dan perubahan regulasi keuangan Premier League.
Langkah ini tak bisa dilepaskan dari kondisi keuangan Spurs yang memburuk. Pada musim 2024/25, klub mencatat kerugian sebelum pajak sebesar £128 juta—hampir lima kali lipat dari tahun sebelumnya. Utang transfer historis yang masih harus dibayar mencapai £133 juta. Bahkan, pemilik klub, ENIC, harus menyuntikkan dana £100 juta pada Oktober 2025 hanya untuk menutup biaya operasional sehari-hari.
Di sisi lain, aturan Profitability and Sustainability Rules (PSR) masih berlaku hingga musim 2025/26, dengan penilaian akhir pada Januari 2027. Setelah itu, Premier League akan beralih ke sistem baru bernama Squad Cost Ratio (SCR), yang membatasi pengeluaran klub untuk gaji, amortisasi transfer, dan biaya agen maksimal 85 persen dari pendapatan. Bagi klub dengan beban utas seperti Tottenham, kepatuhan terhadap SCR membutuhkan penataan ulang yang serius.
Pelatih anyar Roberto De Zerbi telah diminta untuk mengidentifikasi pemain yang bisa dijual tanpa mengganggu keseimbangan tim. Hasilnya, empat nama muncul sebagai kandidat utama: bek tengah Cristian Romero, penyerang Richarlison, kiper Guglielmo Vicario, dan gelandang muda Lucas Bergvall.
Romero, yang juga kapten tim, memiliki klausul rilis sekitar £50 juta yang bisa diaktifkan oleh Real Madrid, Barcelona, atau Atletico Madrid. Atletico disebut sebagai tujuan paling mungkin karena Diego Simeone telah lama mengagumi pemain Argentina itu. Tottenham lebih memilih menjualnya ke klub di luar Premier League, meski Manchester United juga dikaitkan.
Richarlison, yang dibeli dari Everton seharga £60 juta pada 2022, hanya dua kali mencetak dua digit gol dalam semusim di Premier League. Cedera berkepanjangan membuatnya absen dalam 74 pertandingan untuk klub dan tim nasional. Kontraknya tersisa hingga Juni 2027, dan Spurs ingin segera melepasnya sebelum nilainya menurun. Klub-klub MLS, Arab Saudi, dan Flamengo dikabarkan tertarik, namun pemain Brasil itu lebih memilih bertahan di Eropa—dengan Everton sebagai opsi potensial. Nilai transfer diperkirakan antara £25-40 juta.
Vicario, kiper asal Italia, mulai tersingkir setelah digantikan Antonin Kinsky di bawah pelatih sebelumnya Igor Tudor. Ia kesulitan beradaptasi dengan fisik sepak bola Inggris, terutama dalam menghadapi skema tendangan sudut yang brutal. Inter Milan sempat menyetujui syarat pribadi, namun kini mempertimbangkan opsi internal. Juventus muncul sebagai alternatif, meski hanya sebagai cadangan untuk target utama mereka, Alisson. Tottenham sendiri sudah mengincar Geronimo Rulli sebagai pengganti.
Lucas Bergvall, gelandang muda Swedia berusia 20 tahun, secara resmi meminta hengkang setelah hanya bermain 112 menit di bawah De Zerbi. Dengan rencana Spurs mendatangkan Sandro Tonali dan Mateus Fernandes, jalannya menuju tim utama semakin sempit. Borussia Dortmund, RB Leipzig, dan sejumlah klub Italia memantau situasinya. Nottingham Forest sempat mengajukan tawaran, namun dianggap jauh dari banderol £50 juta yang dipasang Tottenham.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Tottenham ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub besar Premier League harus beradaptasi dengan regulasi keuangan yang semakin ketat. Di tengah gencarnya investasi klub-klub Eropa di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, strategi penjualan pemain seperti ini bisa menjadi preseden bagi klub-klub lain yang ingin menjaga keseimbangan antara prestasi dan keberlanjutan finansial.
Ke depan, keberhasilan Tottenham dalam membersihkan skuad dan mendatangkan pemain baru akan sangat menentukan posisi mereka di papan atas Premier League. Apakah langkah ini cukup untuk membawa Spurs kembali ke Liga Champions? Atau justru akan menjadi awal dari kemunduran? Musim depan akan menjadi jawabannya.



