Verstappen Tegas Ingin Bertahan di Red Bull, Asalkan Mobil Kembali Kompetitif
Baca dalam 60 detik
- Max Verstappen menyatakan keinginan bertahan di Red Bull, namun menuntut mobil yang kompetitif setelah tim terpuruk di posisi keempat klasemen.
- Bos tim Laurent Mekies membantah spekulasi kepindahan ke McLaren, menegaskan fokus utama adalah memperbaiki performa mobil.
- Krisis Red Bull membuka peluang bagi tim lain, termasuk McLaren yang dikabarkan telah melakukan pendekatan awal.

SPIELBERG โ Empat kali juara dunia Formula 1, Max Verstappen, menegaskan komitmennya untuk tetap membela Red Bull Racing. Namun, ia memberikan syarat yang tidak bisa ditawar: tim harus segera menghadirkan mobil yang mampu bersaing di papan atas. Pernyataan itu disampaikan bos tim Laurent Mekies di tengah spekulasi bahwa pembalap Belanda itu tengah menjajaki opsi pindah ke McLaren.
Red Bull, yang sempat mendominasi musim lalu, kini terpuruk di peringkat keempat klasemen konstruktor. Dalam tujuh seri balapan musim ini, Verstappen hanya sekali naik podium. Situasi ini memicu rumor bahwa ia bisa mengikuti jejak sang insinyur balap, Gianpiero Lambiase, yang dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan McLaren. Media Inggris, Daily Mail, bahkan melaporkan adanya pembicaraan rahasia untuk mempertukarkan Verstappen dengan Oscar Piastri.
Mekies, dalam sesi wawancara setelah latihan pertama Grand Prix Austria, menegaskan bahwa Verstappen belum pernah menyampaikan niat hengkang. โMax sudah jelas mengatakan ingin terus bersama tim. Ia juga jelas butuh mobil cepat agar bahagia,โ ujar Mekies. Ia menambahkan bahwa tim tidak perlu terus-menerus menanyakan niat Verstappen karena sang pembalap justru aktif membantu pengembangan mobil.
Spekulasi kepindahan Verstappen sebenarnya bukan hal baru. Awal musim, ia sempat mengeluhkan regulasi mesin baru F1 yang dianggap membatasi performa. Namun, saat itu isunya lebih kepada kemungkinan pensiun dini. Kini, dengan performa Red Bull yang menurun, rumor beralih ke potensi kepindahan ke tim rival. McLaren secara terbuka menyatakan puas dengan duet Lando Norris dan Piastri, tetapi bisnis F1 kerap berubah cepat.
Bagi penggemar F1 di Indonesia, situasi ini menarik karena Verstappen memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air. Jika ia benar-benar pindah ke McLaren, persaingan di papan atas akan semakin sengit. Namun, analis menilai Red Bull masih memiliki peluang bangkit, terutama jika mereka berhasil memperbaiki paket aerodinamika mobil pada paruh kedua musim.
Mekies enggan berkomentar soal rumor kepergian kepala teknisi Paul Monaghan. โSaya tidak akan menanggapi setiap gosip. Lihat saja, sebagian besar nama yang disebut-sebut masih ada di garasi,โ katanya. Ia menegaskan bahwa fokus tim saat ini adalah mengembalikan performa mobil ke level yang diinginkan, bukan meladeni spekulasi pasar.
Pertanyaan besarnya: mampukah Red Bull memenuhi tuntutan Verstappen sebelum kontraknya habis? Ataukah paddock akan menyaksikan perpindahan besar yang mengubah peta kekuatan F1 dalam waktu dekat?



