Perebutan Puncak Grup I: Prancis Vs Norwegia, Senegal Incar Tiket Via Jalur Ketiga
Baca dalam 60 detik
- Prancis dan Norwegia sama-sama mengoleksi enam poin di Grup I, duel malam ini menentukan siapa yang finis sebagai pemuncak klasemen.
- Norwegia mengejutkan dengan merotasi skuad, mencadangkan Erling Haaland dan memberi kesempatan pada pemain seperti Ostigard serta Thorstvedt.
- Senegal butuh kemenangan atas Irak untuk menjaga asa lolos sebagai salah satu runner-up terbaik, dengan Assane Diao dari Como masuk starting XI.

Dua tim yang sudah memastikan tempat di fase berikutnya, Prancis dan Norwegia, akan saling sikut di laga pamungkas Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2026, Kamis (20/3) pukul 02.00 WIB. Pertandingan ini tidak hanya memperebutkan status juara grup, tetapi juga menjadi ajang uji kedalaman skuad bagi kedua pelatih.
Baik Prancis maupun Norwegia sama-sama mengantongi enam poin dari dua pertandingan, sehingga laga nanti menjadi penentu siapa yang berhak finis di puncak klasemen. Meski tiket ke putaran final sudah di tangan, posisi juara grup memberikan keuntungan undian yang lebih ringan di babak selanjutnya. Di sisi lain, Senegal yang baru mengumpulkan tiga poin masih berpeluang lolos sebagai salah satu dari empat runner-up terbaik, asalkan mampu mengalahkan Irak.
Keputusan pelatih Norwegia, Ståle Solbakken, untuk merotasi tim menjadi sorotan utama. Erling Haaland, mesin gol utama Norwegia, harus memulai laga dari bangku cadangan. Sebagai gantinya, Solbakken memberikan kepercayaan kepada bek Genoa Leo Ostigard dan gelandang Sassuolo Kristjan Thorstvedt. Langkah ini dinilai berisiko, mengingat Prancis datang dengan kekuatan penuh meski tanpa Adrien Rabiot yang diistirahatkan.
Prancis sendiri tetap tampil solid dengan mengandalkan kiper AC Milan Mike Maignan dan gelandang Roma Manu Koné yang tampil sebagai starter untuk kedua kalinya secara beruntun. Pelatih Didier Deschamps memang harus meninggalkan tim lebih awal karena ibunda tercinta meninggal dunia, dan para pemain akan mengenakan ban hitam sebagai tanda berkabung. Di lini depan, Kylian Mbappé tetap menjadi ujung tombak, didukung oleh Ousmane Dembélé dan Michael Olise.
Di pertandingan lain, Senegal menurunkan winger Como Assane Diao sejak awal. Tim asuhan Pape Thiaw optimistis bisa meraih tiga poin penuh atas Irak yang sudah tersingkir. Jika berhasil, peluang Senegal untuk lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik masih terbuka lebar, mengingat persaingan di grup lain cukup ketat.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menarik untuk disimak karena beberapa pemain yang merumput di Serie A Italia turut ambil bagian. Selain Maignan dan Koné, ada juga Leo Ostigard (Genoa) dan Kristjan Thorstvedt (Sassuolo) yang mendapat kesempatan. Performa mereka bisa menjadi referensi bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, dalam memantau pemain diaspora yang mungkin bisa dinaturalisasi di masa depan.
Dengan segala dinamika yang ada, pertandingan nanti diprediksi berlangsung ketat. Prancis diunggulkan berkat kedalaman skuad, namun Norwegia yang sudah aman bisa bermain lebih lepas. Pertanyaannya, akankah rotasi Solbakken menjadi bumerang atau justru membuktikan bahwa timnya tidak hanya bergantung pada Haaland?



