Piala Dunia 2026 Memasuki Babak Gugur: Kejutan, Kutukan Dukun, dan Pasokan Bir Darurat
Baca dalam 60 detik
- Babak gugur Piala Dunia 2026 dimulai dengan 32 tim, termasuk debutan seperti Cabo Verde dan Ghana yang lolos setelah mengejutkan raksasa seperti Spanyol dan Inggris.
- Format baru 48 tim membuat dua pertiga peserta lolos ke fase gugur, mengurangi risiko eliminasi dini bagi tim kuat namun membuka peluang bagi tim underdog.
- Lionel Messi memuncaki daftar pencetak gol dengan 6 gol, sementara Cristiano Ronaldo mencatat rekor sebagai pemain pertama yang mencetak gol di enam Piala Dunia beruntun.

Dua pekan sudah Piala Dunia 2026 bergulir, dan babak gugur resmi dimulai setelah fase grup yang penuh kejutan rampung. Kanada, salah satu tuan rumah, menjadi sorotan setelah menang dramatis atas Afrika Selatan pada Senin pagi—sebuah kemenangan yang mengantarkan mereka ke babak 16 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia pria. Namun, di balik euforia itu, turnamen edisi terbesar sepanjang masa ini juga menyuguhkan cerita unik: mulai dari suporter Skotlandia yang memicu krisis bir di Boston, hingga kutukan dukun Ghana yang nyaris menghantui kapten Inggris Harry Kane.
Ekspansi jumlah peserta dari 32 menjadi 48 tim telah mengubah lanskap kompetisi. Untuk pertama kalinya, tim-tim seperti Cabo Verde, Curaçao, Yordania, dan Uzbekistan merasakan panggung dunia. Format baru ini menghasilkan 32 tim yang lolos ke fase gugur—24 di antaranya adalah dua besar dari masing-masing 12 grup, ditambah delapan peringkat ketiga terbaik. Konsekuensinya, dua pertiga peserta masih bertahan, sebuah angka yang belum pernah terjadi sebelumnya. Meski demikian, tim-tim unggulan seperti Uruguay (peringkat 16) dan Turki (22) justru tersisih lebih awal, sementara Belgia (9) dan Senegal (15) nyaris gagal sebelum menang besar di laga pamungkas.
Kejutan terbesar justru datang dalam bentuk hasil imbang. Cabo Verde yang berada di peringkat 67 sukses menahan imbang Spanyol (peringkat 2), Selandia Baru (85) menahan Iran (20), dan Ghana (73) membuat Inggris (4) gigit jari. Kemenangan paling mencolok diraih Afrika Selatan (60) yang mengalahkan Korea Selatan (25). Tiga tim dengan peringkat terendah yang lolos ke babak gugur adalah Ghana (73), Cabo Verde (67), dan Bosnia-Herzegovina (64). Menariknya, Ghana mungkin mendapat bantuan non-teknis: seorang dukun terkenal di Ghana dikabarkan mengutuk kapten Inggris Harry Kane. Beruntung, kutukan itu dicabut setelah laga imbang 0-0, dan Kane kembali mencetak gol pada pertandingan terakhir grup melawan Panama.
Dari sisi suporter, turnamen ini menuai pujian luas. Suporter Skotlandia—yang dikenal sebagai "Tartan Army"—membuat heboh Boston dengan bagpipe, nyanyian, dan kebiasaan mereka memasang kerucut lalu lintas di patung-patung terkenal. Pemandangan itu sampai membuat Boston Globe mendedikasikan satu halaman penuh untuk berterima kasih saat mereka berangkat ke Miami. Lebih dari itu, konsumsi bir di pub-pub Boston melonjak tiga kali lipat dibandingkan momen sibuk seperti St. Patrick's Day atau Super Bowl, hingga memaksa pasokan darurat. Sementara itu, suporter Jepang kembali menunjukkan tradisi membersihkan stadion usai pertandingan, dan suporter Norwegia viral dengan atraksi dayung ala Viking di Times Square. Belanda, seperti biasa, menguasai Texas dengan lautan warna oranye.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga-laga babak gugur menyajikan tontonan menarik. Pertemuan Argentina (peringkat 1) melawan Cabo Verde (64) menjadi duel paling timpang secara peringkat, namun juga paling dinanti. Mampukah negara terkecil yang pernah lolos ke fase gugur menghentikan sang juara bertahan? Pertarungan antara Messi dan kiper legendaris Cabo Verde, Vozinha (40 tahun), akan menjadi kunci. Laga lain yang patut disimak adalah Maroko versus Belanda—dua tim peringkat 6 dan 7 yang bertemu lebih awal dari perkiraan—serta Australia melawan Mesir yang diprediksi ketat. Dengan format baru yang memberi lebih banyak peluang kejutan, Piala Dunia 2026 masih menyisakan banyak cerita hingga laga puncak nanti.



