Bursa Transfer Liga Inggris: Everton Ungguli Newcastle dan Leeds dalam Perburuan Liam Delap
Baca dalam 60 detik
- Everton memimpin persaingan untuk merekrut Liam Delap dari Chelsea dengan nilai transfer sekitar Β£40 juta.
- Striker berusia 23 tahun itu gagal bersinar di Stamford Bridge setelah pindah dari Ipswich Town.
- David Moyes berencana membangun kembali lini depan Everton dengan kombinasi pemain muda dan berpengalaman.

Everton semakin serius membangun skuad untuk musim depan. Klub asal Liverpool itu dikabarkan memimpin perburuan tanda tangan Liam Delap, striker Chelsea yang sempat menjadi andalan Ipswich Town, dengan banderol mencapai Β£40 juta.
Menurut laporan Football Insider, Everton kini menjadi kandidat terkuat untuk mendapatkan servis Delap secara permanen. Namun, persaingan ketat datang dari Newcastle United dan Leeds United yang juga memantau situasi pemain berusia 23 tahun tersebut. Delap, yang merupakan produk akademi Manchester City, bergabung dengan Chelsea pada musim panas 2024 setelah musim impresif bersama Ipswich di Premier League. Sayangnya, penampilannya di Stamford Bridge belum sesuai ekspektasi, sehingga spekulasi masa depannya terus bergulir.
David Moyes, manajer Everton, tengah merombak lini depan timnya. Selain Delap, Everton juga dikaitkan dengan penyerang muda Levante, Etta Eyong, dan kapten West Ham, Jarrod Bowen. Eyong, striker Kamerun berusia 22 tahun, mencatatkan tujuh gol dan empat assist di La Liga musim lalu, dan menjadi incaran beberapa klub Premier League. Sementara Bowen, yang tetap tampil gemilang meski West Ham terdegradasi, dibanderol sekitar Β£50 juta dan diminati Aston Villa serta Newcastle.
Delap, yang pernah dipuji oleh mantan gelandang Manchester City dan Tottenham, Michael Brown, sebagai "nomor sembilan jadul sejati," dinilai memiliki kemampuan lengkap: kuat di udara, mampu menahan bola, dan penyelesaian akhir yang tajam. Brown dalam wawancara dengan BBC Radio 5 Live menyebut Delap bisa menjadi opsi berbeda bagi Chelsea, namun di Everton ia berpotensi menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang Moyes.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Everton di bursa transfer ini menarik untuk diikuti. Klub-klub Premier League kerap menjadi barometer bagi pengembangan pemain muda, dan keputusan Delap untuk bergabung dengan Everton bisa menjadi contoh bagaimana pemain bangkit setelah masa sulit. Selain itu, persaingan antara Everton, Newcastle, dan Leeds menunjukkan betapa ketatnya perburuan talenta di liga teratas Inggris, yang juga berdampak pada pasar transfer pemain Asia Tenggara.
Dengan waktu bursa transfer yang masih panjang, Everton tampaknya akan terus bergerak. Pertanyaan besarnya: akankah Delap memilih Goodison Park sebagai tempat menemukan kembali performa terbaiknya, atau justru pindah ke klub lain yang lebih siap bersaing di papan atas?



