Spurs Siapkan €99,7 Juta untuk Tonali, AC Milan Kebagian Jatah 10 Persen
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan akan mengajukan tawaran senilai €99,7 juta kepada Newcastle United untuk merekrut Sandro Tonali.
- Gelandang Italia itu disebut telah menyetujui kontrak pribadi dengan Spurs senilai £275.000 per pekan.
- AC Milan, klub lama Tonali, berpotensi mendapat kompensasi hampir €10 juta berkat klausul penjualan kembali 10 persen.

Tottenham Hotspur dikabarkan siap memecahkan rekor transfer klub dengan mengajukan penawaran senilai €99,7 juta kepada Newcastle United untuk mengamankan jasa gelandang Italia Sandro Tonali. Langkah ini menjadikan Spurs sebagai kandidat terdepan dalam perburuan pemain berusia 26 tahun tersebut, yang sebelumnya juga diminati Arsenal dan Manchester United.
Menurut laporan Mirror Sport, proposal awal Tottenham senilai £80 juta telah ditolak Newcastle. Namun, Spurs disebut akan mengajukan tawaran baru sebesar £86 juta (sekitar €99,73 juta), mendekati valuasi €100 juta yang dipasang The Magpies. Jika kesepakatan terwujud, Tonali akan menjadi pembelian termahal dalam sejarah Tottenham, melampaui rekor sebelumnya.
Kehadiran pelatih asal Italia, Roberto De Zerbi, di kursi kepelatihan Spurs disebut menjadi faktor kunci yang membuat Tonali lebih memilih London Utara ketimbang klub peminat lainnya. De Zerbi dikenal memiliki pendekatan taktis yang cocok dengan karakteristik sang gelandang, yang sempat menunjukkan keinginan untuk meninggalkan Newcastle demi tantangan baru.
Menariknya, AC Milan, klub yang melepas Tonali ke Newcastle pada musim panas 2023 dengan nilai transfer €60,8 juta plus bonus, masih menyisakan klausul 10 persen dari biaya penjualan selanjutnya. Artinya, jika transfer ini rampung, Rossoneri berpotensi menerima tambahan hampir €10 juta. Hal ini menjadi keuntungan finansial yang signifikan bagi klub Serie A tersebut.
Dari sisi personal, Tonali telah menyetujui kontrak berdurasi panjang dengan Tottenham dengan gaji £275.000 per pekan, negosiasi yang ditangani oleh agensinya, GR Sports. Langkah ini menandai kembalinya Tonali ke Liga Premier setelah musim pertamanya bersama Newcastle yang berjalan naik turun, termasuk sanksi larangan bermain akibat pelanggaran aturan taruhan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan ini menarik dicermati karena menunjukkan bagaimana pasar transfer Eropa terus bergerak dinamis, dengan klub-klub besar berani menggelontorkan dana besar untuk pemain yang dianggap kunci. Selain itu, klausul penjualan kembali yang menguntungkan klub asal menjadi strategi bisnis yang patut ditiru oleh klub-klub Asia, termasuk Indonesia, dalam mengelola aset pemain.
Jika transfer ini terealisasi, Tottenham akan mendapatkan gelandang bertahan kelas dunia yang mampu menjadi jangkar di lini tengah sekaligus memberikan kontribusi ofensif. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah Tonali mampu memenuhi ekspektasi tinggi yang melekat pada banderol harga fantastisnya, dan bagaimana De Zerbi akan mengintegrasikannya ke dalam skema permainan Spurs.



