Nakashima dan Jodar Tembus Semifinal Masters 1000 Perdana di Kanada
Baca dalam 60 detik
- Petenis Amerika Brandon Nakashima dan Rafael Jodar dari Spanyol mencatat sejarah pribadi dengan lolos ke semifinal Masters 1000 pertama mereka di Kanada Terbuka.
- Kemenangan ini mengukuhkan musim impresif Jodar yang masih berusia 19 tahun, dengan total 34 kemenangan tahun ini dan proyeksi naik ke peringkat 11 dunia.
- Absennya petenis top seperti Sinner dan Djokovic membuka peluang bagi pendatang baru, sekaligus memicu diskusi tentang padatnya kalender turnamen.

Dua nama baru mencuri perhatian di Kanada Terbuka tahun ini. Brandon Nakashima dan Rafael Jodar memastikan tempat di semifinal Masters 1000 untuk pertama kalinya dalam karier mereka, setelah melewati babak perempat final yang tertunda akibat hujan di Montreal, Selasa (11/8).
Nakashima, unggulan ke-28, tampil dominan saat menundukkan Luciano Darderi dari Italia dengan skor 6-2, 6-3. Sementara itu, Jodar yang baru berusia 19 tahun mengalahkan Arthur Fils dari Prancis lewat pertarungan ketat 7-6(5), 6-3. Keduanya akan saling berhadapan untuk memperebutkan tiket ke final.
Bagi Nakashima, kemenangan ini terasa istimewa. Ia melepaskan 11 ace dan tampil tenang sepanjang laga. Meski merayakan dengan cara yang tidak berlebihan, petenis Amerika Serikat itu menunjukkan kematangan permainan yang jarang terlihat sebelumnya. Ia berhasil memanfaatkan peluang break di game keempat set pertama, lalu menutup set dengan meyakinkan. Darderi yang terlihat frustrasi kesulitan menemukan ritme permainannya.
Di set kedua, Darderi sempat memberikan perlawanan sengit. Namun, Nakashima akhirnya memecah servis lawan pada percobaan keempat di game kesembilan, dan menuntaskan laga dengan pukulan net yang memaksa Darderi melakukan kesalahan. Ini menjadi pencapaian terbesar Nakashima di turnamen level Masters 1000, setelah sebelumnya ia lebih sering tampil di ajang ATP 250.
Di sisi lain, Jodar melanjutkan musim perdananya yang luar biasa di tur profesional. Kemenangan atas Fils merupakan yang ke-34 tahun ini, sebuah catatan impresif untuk pemain yang baru setahun menekuni tur. Jodar sempat tertinggal saat Fils bangkit di set pertama, tetapi hujan sempat menghentikan pertandingan. Setelah restart, Jodar memenangkan tiebreak dan langsung mengambil alih kendali permainan di set kedua dengan tiga kali break. Hasil ini dipastikan mengangkat peringkatnya ke posisi 11 dunia, sebuah lonjakan yang luar biasa bagi pemain muda.
Turnamen pemanasan menuju AS Terbuka ini memang kehilangan sejumlah bintang besar. Jannik Sinner yang menempati peringkat satu dunia dan Novak Djokovic, juara Grand Slam 24 kali, absen. Asosiasi Pemain Tenis Profesional (PTPA) pekan ini mengaitkan absennya para pemain top dengan beban kerja yang berlebihan. Kritik terhadap padatnya kalender turnamen semakin menguat, terutama setelah musim yang melelahkan dengan berbagai ajang bergengsi.
Kondisi cuaca juga ikut mengganggu jalannya turnamen. Babak perempat final yang sedianya digelar Senin harus ditunda satu hari karena hujan deras. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara dan para pemain yang harus menjaga konsistensi performa di tengah jadwal yang berubah.
Bagi penggemar tenis Indonesia, pencapaian Nakashima dan Jodar menjadi pengingat bahwa regenerasi di dunia tenis terus berjalan. Sementara petenis-petenis top dunia mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan, munculnya wajah-wajah baru seperti Jodar memberikan warna tersendiri. Di tengah dominasi nama-nama besar, turnamen seperti Kanada Terbuka membuktikan bahwa persaingan di level tertinggi tetap terbuka lebar.
Pertanyaan besarnya, akankah salah satu dari Nakashima atau Jodar mampu melaju hingga final dan merebut gelar pertama mereka di level Masters 1000? Atau justru akan muncul kejutan lain di babak semifinal? Yang jelas, generasi baru tenis dunia sedang menunjukkan taringnya.



