Zaniolo di Persimpangan Jalan: Udinese Gagal Sepakat Kontrak, Bursa Transfer Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Udinese telah mengaktifkan opsi pembelian Zaniolo dari Galatasaray sebesar €5 juta, namun belum mencapai kesepakatan gaji dengan sang pemain.
- Negosiasi yang alot selama berminggu-minggu membuat masa depan Zaniolo di Udinese belum pasti, dengan kemungkinan hengkang ke klub lain.
- Jika tak kunjung ada titik terang, Zaniolo dikabarkan akan mulai mencari proyek baru di bursa transfer musim panas ini.

Nicolò Zaniolo kembali menghadapi ketidakpastian karier. Udinese, yang telah mengaktifkan opsi pembeliannya dari Galatasaray sebesar €5 juta, ternyata belum mampu menyepakati kontrak pribadi dengan pemain berusia 25 tahun itu. Situasi ini membuka peluang bagi klub lain untuk membajak sang gelandang serang Italia.
Sejak memaksa hengkang dari AS Roma pada Februari 2023, Zaniolo seolah tak pernah benar-benar menemukan pelabuhan yang tepat. Transfer senilai €15 juta ke Galatasaray hanya bertahan enam bulan sebelum ia menjalani serangkaian masa pinjaman di Aston Villa, Atalanta, Fiorentina, dan akhirnya Udinese musim panas lalu. Kini, setelah mencatatkan enam gol dan enam assist dalam 34 penampilan kompetitif, Udinese memutuskan untuk menebusnya secara permanen. Namun, masalah klasik muncul: negosiasi gaji.
Menurut laporan Sky Sport Italia, pembicaraan antara Zaniolo dan manajemen Udinese telah berlangsung selama berminggu-minggu tanpa hasil. Penyebabnya, kepindahan sang pemain ke Udinese pada menit-menit akhir bursa transfer musim panas lalu dilakukan secara terburu-buru. Saat itu, hanya kesepakatan garis besar yang dibuat, dengan rencana untuk merundingkan detail kontrak di akhir musim. Sayangnya, rencana itu tak kunjung terwujud.
Pakar transfer Gianluca Di Marzio memperingatkan bahwa jika situasi ini tidak segera diselesaikan, Zaniolo akan mulai melirik proyek baru. “Ia adalah pemain yang haus akan tantangan dan stabilitas. Jika Udinese tak kunjung memberikan kepastian, bukan tidak mungkin ia akan pindah ke klub lain yang lebih siap secara finansial dan ambisius,” ujar Di Marzio dalam analisisnya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kasus Zaniolo menjadi pengingat betapa rumitnya negosiasi kontrak di sepak bola Eropa. Klub-klub Serie A kerap kali harus bersaing dengan raksasa keuangan seperti klub Premier League atau Liga Arab Saudi. Jika Zaniolo akhirnya hengkang, Udinese tidak hanya kehilangan pemain kunci, tetapi juga potensi keuntungan dari penjualan di masa depan—mengingat Galatasaray masih memiliki klausul 50% dari biaya transfer berikutnya.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: akankah Zaniolo bertahan di Udinese dengan gaji yang lebih rendah dari ekspektasinya, atau ia akan kembali menjadi komoditas panas di bursa transfer musim panas? Satu hal yang pasti, karier pemain yang sempat dijuluki “si anak emas” Italia ini masih penuh liku.



