The Odyssey: Nolan Dikabarkan Hapus Pemutaran Khusus Influencer, Strategi Pemasaran Baru?
Baca dalam 60 detik
- Film epik garapan Christopher Nolan, The Odyssey, dilaporkan tidak akan menggelar pemutaran khusus bagi influencer media sosial, sebuah praktik yang lazim dilakukan studio besar.
- Keputusan ini dinilai sebagai langkah berani yang mengutamakan pengalaman sinematik murni dan menghindari risiko bocornya opini awal yang belum terverifikasi.
- Langkah ini bisa menjadi preseden baru dalam industri perfilman global, termasuk memengaruhi strategi distribusi film-film besar di Indonesia.

Christopher Nolan, sutradara yang dikenal dengan pendekatan sinematik ambisiusnya, kembali membuat keputusan tak lazim. Film terbarunya, The Odyssey, yang dijadwalkan tayang pada 17 Juli di Inggris dan Amerika Serikat, dilaporkan tidak akan menggelar pemutaran khusus bagi para influencer media sosial. Langkah ini, menurut sumber industri yang dikutip The Hollywood Reporter, merupakan pilihan sadar Universal Pictures untuk menghindari skrining berbasis gethok tular yang lazim dilakukan studio besar.
Praktik pemutaran khusus untuk influencer biasanya dilakukan beberapa pekan sebelum perilisan resmi. Para kreator konten diundang menonton lebih awal dan diminta memberikan ulasan singkat di platform mereka sebagai bentuk promosi organik. Namun, Nolan dan Universal memilih jalur berbeda: hanya kritikus film yang akan diundang ke pemutaran perdana, sementara para influencer harus menunggu hingga film resmi beredar.
Keputusan ini menarik karena The Odyssey adalah salah satu film paling dinanti tahun ini. Dibintangi Matt Damon, Anne Hathaway, Tom Holland, Robert Pattinson, Lupita Nyong'o, Zendaya, dan Charlize Theron, film ini diadaptasi dari epos Homer dan digarap dengan teknologi IMAX. Pemutaran perdana global akan digelar di London pada 6 Juli, disusul perilisan serentak di bioskop-bioskop dunia.
Bagi industri film di Indonesia, langkah ini bisa menjadi sinyal perubahan strategi pemasaran. Selama ini, pemutaran khusus untuk reviewer lokal dan key opinion leader (KOL) kerap digunakan untuk membangun antisipasi. Jika Nolan sukses tanpa taktik itu, bukan tidak mungkin distributor di dalam negeri mulai mengevaluasi efektivitas pendekatan serupa. Apalagi, penonton Indonesia semakin kritis terhadap ulasan yang terkesan dibayar atau tidak independen.
Di balik layar, Matt Damon membocorkan pengalaman syuting yang menantang di Maroko. Dalam wawancara dengan ELLE, ia memuji ketangguhan Charlize Theron yang harus beradegan di pantai berangin kencang dengan kecepatan 30-40 mil per jam. "Dia benar-benar tangguh. Pasir beterbangan ke matanya, tapi dia terus bertahan tanpa mengeluh. Bahkan saat akhirnya dia berkata 'Saya tidak bisa membuka mata lagi', dia marah pada dirinya sendiri," ujar Damon. Ia juga menyebut Theron sebagai pemenang lotre genetik karena penampilannya yang awet muda.
Langkah Nolan ini mengingatkan pada strateginya terdahulu saat merilis Tenet di tengah pandemi, di mana ia bersikeras filmnya tetap tayang di bioskop meski banyak studio beralih ke streaming. Kini, dengan menghindari pengaruh influencer, ia seolah menegaskan bahwa film adalah medium yang harus dinikmati langsung, bukan melalui potongan video atau opini singkat di media sosial.
Pertanyaannya, akankah strategi ini berhasil mendongkrak antusiasme penonton, atau justru mengurangi buzz yang biasanya diciptakan oleh para influencer? Publik akan menunggu respons penonton setelah The Odyssey resmi tayang.



