Metallica Sumbang Rp400 Juta ke Bank Pangan Cardiff, Biayai 9.000 Makanan untuk Tunawisma
Baca dalam 60 detik
- Band metal legendaris Metallica mengucurkan dana ยฃ20.000 atau sekitar Rp400 juta ke Cardiff Foodbank saat tur M72 mereka di Stadion Principality.
- Donasi tersebut menjadi sumbangan selebritas terbesar yang pernah diterima bank pangan tersebut, mengalahkan donasi Taylor Swift pada 2024.
- Langkah ini muncul setelah bank pangan kritis kehabisan stok, sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana tur musik besar dapat berdampak sosial langsung.

Metallica, grup heavy metal asal Amerika Serikat, menyelamatkan situasi genting di Cardiff Foodbank dengan donasi sebesar ยฃ20.000 (sekitar Rp400 juta) saat mereka menggelar konser M72 Tour di Stadion Principality, Cardiff, Minggu (28/6/2026). Dana tersebut setara dengan 9.000 porsi makanan bagi para tunawisma di kota itu.
Donasi ini datang dari yayasan amal band, All Within My Hands, yang secara rutin mendukung komunitas lokal di setiap kota yang mereka kunjungi. Rachel Biggs, CEO Cardiff Foodbank, mengaku sempat mengira surel pemberitahuan donasi itu adalah lelucon. "Kami mendapat email yang bilang 'Ini bukan penipuan, silakan hubungi yayasannya'," ujarnya kepada BBC Wales. "Mereka bilang akan mendonasikan ยฃ20.000 kepada kami."
Bantuan ini menjadi penyejuk di saat genting. Hanya beberapa pekan sebelumnya, bank pangan tersebut mengeluarkan permohonan darurat karena persediaan makanan menipis drastis. Biggs menambahkan, "Ini jumlah uang yang luar biasa, akan membuat perbedaan besar dan mengisi kembali rak-rak kosong kami."
Menariknya, Cardiff Foodbank sebelumnya juga menerima donasi dari Taylor Swift saat Eras Tour pada 2024. Namun, pihak bank pangan mencatat bahwa sumbangan Metallica adalah yang terbesar dari kalangan selebritas. "Apa yang dilakukan Metallica adalah menggerakkan para penggemar dan komunitas lokal," kata Biggs. Band ini juga bekerja sama dengan layanan lokal untuk mendorong penggemar mendonorkan darah selama tur global mereka.
Di tengah aksi amal ini, Metallica juga sempat menjadi perbincangan karena gitaris Kirk Hammett mengenakan kaus bertuliskan "Taylor Swift is a CIA Psyop" saat konser di Budapest pada 13 Juni. Insiden itu memicu reaksi hangat di media sosial, terutama setelah Hammett terjatuh saat membawakan lagu "Seek and Destroy" di Dublin beberapa hari kemudian. Banyak penggemar Taylor Swift bercanda bahwa itu adalah karma. Namun, Hammett menanggapinya dengan santai, mengunggah video jatuhnya di Instagram Stories dengan keterangan "Slip and Destroy."
Bagi Indonesia, aksi Metallica ini menjadi pengingat bahwa tur musisi global tidak hanya soal hiburan, tetapi juga bisa menjadi katalis perubahan sosial. Di tengah maraknya konser internasional di Tanah Air, langkah serupa bisa diadopsi oleh penyelenggara dan artis untuk membantu komunitas rentan. Pertanyaannya, akankah para musisi yang manggung di Indonesia nanti mengikuti jejak Metallica?



