Kessie Incar Comeback ke Serie A: Juventus dan Atalanta Berebut Gelandang Gratis
Baca dalam 60 detik
- Franck Kessie ditawarkan ke Juventus dan Atalanta setelah tiga musim di Al-Ahli, dengan status bebas transfer.
- Juventus unggul berkat restu Luciano Spalletti, namun perekrutan tergantung pada penjualan pemain tengah.
- Gaji yang diminta Kessie (€4-5 juta per musim) jauh lebih rendah dari pendapatannya di Arab Saudi, menjadikannya opsi ekonomis.

Franck Kessie, gelandang timnas Pantai Gading, kembali menjadi perbincangan hangat di bursa transfer Italia. Pemain berusia 28 tahun itu dikabarkan telah ditawarkan kepada dua raksasa Serie A, Juventus dan Atalanta, setelah tiga musim membela Al-Ahli di Liga Saudi. Status bebas transfer dan performa impresifnya di Piala Dunia 2022 membuatnya menjadi incaran utama di lini tengah.
Menurut laporan Tuttosport yang dikutip CalcioMercato, agen Kessie telah melakukan pendekatan langsung ke kedua klub. Juventus, yang sudah memantau sang pemain selama beberapa bulan, disebut sebagai kandidat terdepan. Apalagi, pelatih timnas Italia Luciano Spalletti dikabarkan memberikan lampu hijau setelah melihat penampilan Kessie yang solid, termasuk mencetak gol ke gawang Jerman di turnamen tersebut.
Kessie, yang pernah membela AC Milan selama lima musim, meninggalkan Italia pada 2022 dengan status bebas transfer menuju Barcelona sebelum akhirnya pindah ke Al-Ahli. Kini, ia mengincar gaji antara €4 hingga €5 juta per musim—angka yang jauh di bawah penghasilannya di Arab Saudi yang mencapai sekitar €14 juta per tahun. Hal ini membuatnya menjadi opsi yang sangat menarik secara finansial bagi klub Italia yang sedang berhemat.
Namun, kepindahan Kessie ke Juventus tidak serta-merta mulus. Manajemen klub asal Turin itu, yang diwakili direktur olahraga Giovanni Carnevali, harus terlebih dahulu merampingkan lini tengah. Beberapa nama seperti Arthur Melo dan Weston McKennie disebut-sebut masuk daftar jual. Tanpa penjualan, ruang gaji dan skuad belum cukup untuk menampung Kessie.
Sementara itu, Atalanta juga tidak tinggal diam. Pelatih Gian Piero Gasperini dikabarkan mengagumi Kessie, dan kepergian Yunus Musah ke AC Milan meninggalkan celah di lini tengah La Dea. Namun, tuntutan gaji Kessie—meski sudah turun drastis—masih menjadi beban berat bagi klub asal Bergamo yang terkenal dengan kebijakan gaji ketat. Atalanta lebih terbiasa merekrut pemain muda dengan potensi jual tinggi, bukan pemain senior dengan gaji premium.
Bagi pengamat sepak bola Italia, kembalinya Kessie ke Serie A bisa menjadi kejutan besar. Gelandang bertubuh kekar ini dikenal karena fisik prima, kemampuan memenangkan duel, dan insting mencetak gol dari lini kedua. Selama di Milan, ia menjadi andalan di bawah Stefano Pioli dan turut membawa Rossoneri meraih scudetto 2021-22. Performa konsistennya di Piala Dunia 2022—meski Pantai Gading tersingkir di fase grup—menunjukkan bahwa ia masih berada di level puncak.
Dari sisi persaingan, jika Juventus berhasil mendaratkan Kessie, mereka akan memiliki opsi lini tengah yang lebih bervariasi. Kombinasi Kessie dengan Manuel Locatelli atau Nicolò Fagioli bisa memberikan keseimbangan antara pertahanan dan serangan. Di sisi lain, Atalanta yang kehilangan Musah mungkin harus mencari alternatif yang lebih terjangkau, seperti pemain pinjaman dari klub lain.
Keputusan akhir ada di tangan para direktur klub. Akankah Juventus berhasil merampingkan skuadnya? Atau Atalanta akan berani menggelontorkan dana untuk mendatangkan pemain sekelas Kessie? Satu hal yang pasti, bursa transfer musim panas ini akan semakin menarik dengan kehadiran nama besar yang siap kembali menghiasi Serie A.



