Benatia Jadi Makelar Transfer Greenwood ke Roma: Deadline 30 Juni Mengancam Marseille
Baca dalam 60 detik
- Marseille terdesak menjual Mason Greenwood sebelum 30 Juni untuk menghindari pelanggaran FFP yang serius.
- Roma telah sepakat dengan syarat pribadi Greenwood, namun selisih harga dengan Marseille masih mencapai โฌ10 juta.
- Medhi Benatia, mantan bek Roma yang kini menjadi konsultan transfer Marseille, menjadi perantara negosiasi kedua klub.

Marseille berada dalam tekanan waktu untuk melepas Mason Greenwood ke Roma sebelum tenggat 30 Juni, atau mereka harus menghadapi konsekuensi finansial akibat pelanggaran aturan Financial Fair Play (FFP). Di tengah situasi genting itu, mantan bek Roma dan Juventus, Medhi Benatia, muncul sebagai figur kunci yang menjembatani negosiasi antara kedua klub.
Greenwood, striker kontroversial asal Inggris yang pernah membela Manchester United, menjadi target utama Roma di bursa transfer musim panas ini. Klub asal ibu kota Italia itu sudah mencapai kesepakatan penuh dengan pemain berusia 23 tahun tersebut terkait gaji awal โฌ4,5 juta per musim plus bonus, yang akan meningkat seiring durasi kontrak. Namun, hambatan terbesar masih berkutat pada biaya transfer yang diminta Marseille.
Klub Ligue 1 itu mematok harga Greenwood di kisaran โฌ50 juta hingga โฌ55 juta. Angka ini dipengaruhi oleh klausul 40% hak jual kembali yang masih dimiliki Manchester United. Sementara itu, Roma hanya bersedia menggelontorkan dana sekitar โฌ45 juta termasuk bonus. Selisih sekitar โฌ10 juta inilah yang coba dijembatani oleh Benatia, yang sebelumnya menjabat sebagai direktur olahraga Marseille pada 2025-2026 dan kini masih menjadi konsultan transfer klub.
Roma sendiri juga tidak dalam posisi bebas. Mereka terikat perjanjian penyelesaian dengan UEFA yang membatasi pengeluaran. Namun, klub berjuluk Giallorossi itu berencana melepas Mathias Soule ke klub Saudi Pro League untuk mendapatkan dana segar. Jika penjualan Soule rampung sebelum akhir bulan, seluruh biaya transfernya bisa langsung dicatatkan di musim 2025-26, sama seperti yang akan dilakukan Marseille jika menjual Greenwood sebelum 30 Juni.
Kehadiran Benatia sebagai perantara dinilai strategis. Ia tidak hanya memahami dinamika internal Marseille, tetapi juga memiliki hubungan baik dengan Roma berkat masa lalunya sebagai pemain. Menurut laporan Corriere dello Sport, Benatia secara aktif berkomunikasi dengan kedua kubu untuk menemukan titik temu. Langkah ini penting mengingat waktu yang semakin sempit.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa berlomba memanfaatkan celah regulasi keuangan. Di tengah gencarnya pembahasan naturalisasi pemain untuk Timnas Indonesia, kisah Greenwood juga menjadi pengingat bahwa potensi pemain harus diimbangi dengan pertimbangan non-teknis. Apakah Roma akan berhasil mengamankan jasa Greenwood sebelum tenggat? Ataukah Marseille harus menerima konsekuensi FFP karena gagal menjual?



