Piala Dunia 2026: Luka Modric dan Bintang Serie A Jadi Andalan Kroasia Hadapi Ghana
Baca dalam 60 detik
- Kroasia dan Ghana bertarung di laga penentu Grup L Piala Dunia 2026, dengan hasil imbang cukup mengantarkan keduanya ke babak 32 besar.
- Lima pemain Serie A menghuni starting XI Kroasia, termasuk Luka Modric dan Petar Sucic, sementara Ghana mengandalkan Kamaldeen Sulemana dari Atalanta.
- Inggris melakukan rotasi besar saat melawan Panama setelah Reece James cedera, dengan Bukayo Saka dan Marcus Rashford kembali ke tim inti.

Dua pertandingan penutup Grup L Piala Dunia 2026 yang berlangsung Jumat malam waktu setempat akan menentukan nasib empat tim. Kroasia dan Ghana saling berhadapan dalam laga hidup-mati, sementara Inggris yang sudah mengamankan satu tiket ke babak 32 besar melakukan rotasi besar saat melawan Panama.
Laga Kroasia versus Ghana menjadi sorotan utama karena hasil imbang sudah cukup membawa kedua tim lolos. Inggris sebelumnya diunggulkan untuk menyapu bersih grup setelah mengalahkan Kroasia 4-2 di laga pembuka, namun hasil imbang 0-0 melawan Ghana membuat persaingan semakin ketat. Kini Kroasia harus memecah kebuntuan pertahanan Ghana demi memastikan tempat di fase gugur.
Dari sisi taktik, pelatih Kroasia menurunkan lima pemain yang berlaga di Serie A Italia: Luka Modric (AC Milan), Martin Baturina (Como), Petar Sucic (Inter Milan), Nikola Vlasic (Torino), dan Marin Pongracic (Fiorentina). Di bangku cadangan, Mario Pasalic (Atalanta) juga siap dimasukkan. Sementara itu, Ghana menempatkan Kamaldeen Sulemana—pemain Atalanta lainnya—di bangku cadangan setelah ia tidak tampil saat melawan Inggris.
Di sisi lain, Inggris yang sudah dipastikan lolos melakukan rotasi besar-besaran. Pelatih Thomas Tuchel terpaksa mengubah susunan pemain setelah Reece James mengalami cedera yang juga mengancam partisipasinya di babak 32 besar. Sebagai gantinya, Bukayo Saka, Marcus Rashford, dan Elliott Anderson dimasukkan ke dalam starting XI. Skuad inti seperti Jude Bellingham dan Harry Kane tetap dipertahankan untuk menjaga ritme permainan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menarik karena menunjukkan bagaimana pemain-pemain yang berlaga di Eropa—khususnya Serie A—menjadi tulang punggung tim nasional mereka. Kehadiran Modric yang masih menjadi motor permainan Kroasia di usia 39 tahun menjadi bukti bahwa pengalaman dan kualitas teknik tetap tak tergantikan. Sementara itu, Inggris dengan kedalaman skuadnya menunjukkan bahwa rotasi bukanlah kelemahan, melainkan strategi untuk menjaga kebugaran pemain kunci.
Pertanyaan besar yang tersisa: akankah Ghana mampu menahan gempuran Kroasia dan melaju ke babak 32 besar bersama Inggris? Atau justru Kroasia yang akan menunjukkan taringnya dan merebut posisi runner-up grup? Semua akan terjawab dalam 90 menit pertandingan yang sarat tekanan.



