Kejutan di PGA Wanita: Rookie Korea Pimpin, Nelly Korda Tertinggal
Baca dalam 60 detik
- Pemain LPGA tahun kedua, Ina Yoon, memimpin turnamen major dengan skor 63 tanpa bogey, unggul dua pukulan dari pesaing terdekat.
- Nelly Korda, yang berambisi meraih hat-trick major, harus puas di posisi ke-19 setelah double bogey di hole 16.
- Hadiah turnamen sebesar 13 juta dolar AS menjadi yang terbesar dalam sejarah golf putri, menandai pertumbuhan pesat olahraga ini.

Petenis Korea Selatan, Ina Yoon, mencuri perhatian di hari pertama Kejuaraan PGA Wanita setelah memimpin klasemen dengan skor sembilan di bawah par (63). Pebalap berusia 23 tahun itu tampil tanpa cela di Hazeltine National Golf Club, Minnesota, menorehkan sembilan birdie dan tanpa satu pun bogey. Kejutan ini sekaligus mengubur sementara ambisi Nelly Korda, pebalap nomor satu dunia, yang ingin meraih gelar major ketiga berturut-turut.
Yoon, yang baru memasuki tahun kedua di LPGA Tour dan belum pernah finis lebih tinggi dari posisi keempat, menunjukkan performa matang di luar dugaan. Ia unggul dua pukulan atas Karis Davidson dari Australia yang menempati posisi kedua dengan skor 65. Sementara itu, A-Lim Kim (Korea Selatan) dan Alexa Pano (Amerika Serikat) berbagi tempat ketiga dengan skor lima di bawah par.
"Saya hanya mencoba untuk tidak berpikir terlalu banyak. Fokus pada apa yang harus dilakukan, pada proses. Saya rasa itu berhasil," ujar Yoon seusai pertandingan, seperti dikutip dari laporan resmi turnamen.
Di sisi lain, Nelly Kordaโyang baru saja memenangi Chevron Championship dan US Women's Openโharus puas berbagi posisi ke-19 setelah mencatatkan lima birdie namun satu double bogey di hole 16. Pebalap berusia 27 tahun itu mengakui kesalahan tunggalnya, tetapi tetap optimis. "Hanya satu ayunan buruk yang berujung double. Secara keseluruhan, saya cukup senang dengan hari ini. Anda tidak bisa menang di hari pertama, tapi bisa kalah. Saya senang dengan awal yang solid," kata Korda.
Bagi penggemar golf di Indonesia, performa Yoon menjadi pengingat bahwa persaingan di level tertinggi golf putri semakin terbuka. Meski belum ada pebalap Indonesia yang berlaga di turnamen ini, pertumbuhan hadiah dan popularitas LPGA Tour bisa menjadi peluang bagi atlet Tanah Air untuk menembus panggung dunia. Federasi Golf Indonesia (PGI) dapat menjadikan momen ini sebagai dorongan untuk meningkatkan pembinaan usia muda, terutama di sektor putri yang masih minim sorotan.
Dengan tiga hari tersisa, pertanyaan besarnya adalah: mampukah Yoon mempertahankan performa puncaknya, atau Korda akan bangkit seperti biasanya? Sejarah mencatat, pebalap Korea Selatan kerap tampil dominan di major, namun tekanan di akhir pekan seringkali menjadi ujian mental tersendiri.



