FAM Tunjuk Tan Cheng Hoe sebagai Pelatih Interim Timnas Malaysia
Baca dalam 60 detik
- FAM resmi menunjuk Tan Cheng Hoe sebagai pelatih kepala sementara Harimau Malaya, menggantikan Peter Cklamovski yang kontraknya berakhir.
- Tan Cheng Hoe bukan nama baru di skuad Malaysia; ia pernah menukangi tim senior pada 2017-2021 dan membawa runner-up Piala AFF 2018.
- Keputusan ini diambil di tengah kontroversi pemain naturalisasi yang memicu perubahan besar di struktur kepelatihan Malaysia.

Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) resmi mengumumkan penunjukan Tan Cheng Hoe sebagai pelatih kepala sementara Timnas Malaysia, menggantikan Peter Cklamovski yang kontraknya tidak diperpanjang. Keputusan ini diumumkan melalui rilis resmi pada Kamis (25/6/2026), menandai babak baru bagi skuad Harimau Malaya yang tengah berusaha bangkit dari polemik internal.
FAM menilai Tan Cheng Hoe sebagai figur yang tepat untuk memimpin tim berkat pengalaman panjang dan pemahamannya terhadap sepak bola Malaysia. Dalam pernyataannya, FAM menyebut bahwa rekam jejak dan pengetahuannya tentang sepak bola lokal akan menjadi aset penting dalam memperkuat performa tim. Tan Cheng Hoe sendiri bukanlah wajah baru di lingkungan Timnas Malaysia; ia telah berkecimpung di jajaran kepelatihan sejak 2005, dimulai sebagai asisten pelatih tim U-20.
Karier kepelatihan Tan Cheng Hoe terus menanjak. Ia pernah menjadi asisten pelatih tim U-23 (2009-2010) dan tim senior (2009-2013, 2017). Puncaknya terjadi ketika ia dipercaya sebagai pelatih kepala pada Desember 2017 hingga Desember 2021. Selama periode tersebut, ia berhasil membawa Malaysia menjadi runner-up Piala AFF Suzuki 2018, setelah sebelumnya sebagai asisten pelatih membantu meraih medali emas SEA Games 2009 dan juara Piala AFF Suzuki 2010.
Penunjukan Tan Cheng Hoe tidak lepas dari keputusan FAM yang mengakhiri kerja sama dengan Peter Cklamovski. Pelatih asal Australia itu baru bergabung pada Desember 2024 dan mulai bekerja pada Januari 2025 dengan target membawa Malaysia lolos ke Piala Asia 2027. Meski catatan pertandingannya positifโtujuh kemenangan dan sekali imbang dalam delapan lagaโmasalah pemain naturalisasi yang dinilai tidak sah menjadi noda yang memicu perubahan besar di struktur timnas. FAM pun memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak Cklamovski dan CEO Timnas Malaysia, Rob Friend, yang berakhir pada 1 Juni 2026.
Bagi sepak bola Indonesia, perubahan di Malaysia ini patut dicermati. Sebagai rival regional, dinamika di tubuh Harimau Malaya bisa memengaruhi persaingan di turnamen seperti Piala AFF. Tan Cheng Hoe yang sudah malang melintang di sepak bola Malaysia diprediksi akan membawa stabilitas, namun tantangan terbesarnya adalah memulihkan kepercayaan publik setelah kontroversi naturalisasi. FAM berharap penunjukan ini memberikan semangat baru bagi tim untuk bersaing di level Asia dan internasional.
Ke depan, publik sepak bola Asia Tenggara akan menanti apakah Tan Cheng Hoe mampu mengulang suksesnya di masa lalu atau justru menghadapi tekanan yang lebih besar. Dengan kualifikasi Piala Asia 2027 yang masih berjalan, waktu menjadi ujian bagi pelatih berusia 56 tahun ini untuk membuktikan bahwa pengalamannya masih relevan.



