Puad Mundur dari UMNO karena Anak Tak Dicalonkan, Sekjen Buka Suara
Baca dalam 60 detik
- Sekjen UMNO mengungkapkan bahwa Puad Zarkashi mengancam akan keluar partai jika anaknya tidak dipilih sebagai calon di kursi Rengit.
- Puad sebelumnya mengklaim pengunduran dirinya dipicu campur tangan pihak luar dalam urusan UMNO Johor, namun Sekjen membantah tuduhan tersebut.
- Insiden ini mempertegas ketegangan internal UMNO menjelang pemilihan Johor, dengan partai menegaskan komitmennya pada meritokrasi, bukan dinasti politik.

Pengunduran diri Datuk Dr Mohd Puad Zarkashi dari UMNO ternyata dipicu oleh penolakan partai terhadap permintaannya agar sang anak diusung sebagai calon legislatif di kursi DUN Rengit. Tudingan itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal UMNO, Datuk Dr Asyraf Wajdi Dusuki, yang membantah keras narasi bahwa partai berada di bawah kendali pihak eksternal.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Kamis (25/6), Asyraf mengaku kecewa dengan langkah Puad yang keluar dari partai secara mendadak. Namun, ia menegaskan bahwa tuduhan soal intervensi luar dalam tubuh UMNO Johor adalah fitnah yang menyesatkan. Menurut Asyraf, Puad justru sempat mengirimkan surat panjang berisi ancaman akan meninggalkan partai dan menyerangnya jika pimpinan tidak mengabulkan permintaannya.
โDia (Puad) sendiri menulis surat panjang kepada saya, mengancam akan keluar dan menyerang partai jika pimpinan UMNO tidak mempertimbangkan anaknya sebagai calon di Rengit,โ ujar Asyraf. Ia mengakui bahwa putra Puad masih muda dan memiliki potensi kepemimpinan, tetapi proses seleksi kandidat tidak bisa hanya didasarkan pada suksesi keluarga.
Puad sebelumnya mengumumkan pengunduran dirinya dengan alasan keprihatinan terhadap campur tangan pihak luar dalam urusan UMNO Johor. Namun, Asyraf menilai bahwa tindakan veteran partai itu justru menunjukkan sikap ingin memaksakan kepentingan pribadi. โTidak pantas seorang pemimpin senior menekan partai dengan memaksa anaknya menggantikannya sebagai calon,โ tegas Asyraf. Ia menambahkan bahwa tuntutan semacam itu bertentangan dengan prinsip-prinsip UMNO.
Lebih lanjut, Asyraf mengungkapkan bahwa ini bukan kali pertama Puad mengancam akan hengkang. Saat kepemimpinan mantan Presiden UMNO Datuk Seri Najib Razak, Puad disebut pernah melontarkan ancaman serupa jika tidak dicalonkan kembali sebagai anggota parlemen Batu Pahat. โUMNO bukan partai warisan yang mengutamakan anggota keluarga dan kerabat untuk menjadi pemimpin,โ ujar Asyraf.
โPerjuangan partai lebih besar dari kepentingan individu, dan tidak ada seorang pun yang boleh menekan partai atas tuntutan pribadi.โ โ Datuk Dr Asyraf Wajdi Dusuki, Sekjen UMNO
Bagi pengamat politik Malaysia, insiden ini menjadi cermin retaknya soliditas internal UMNO menjelang pemilihan negara bagian Johor. Barisan Nasional (BN) telah mengumumkan 56 kandidat pada 24 Juni, dan kursi Rengit menjadi salah satu titik rawan. Langkah Puad mundur tidak hanya meninggalkan celah di peta pencalonan, tetapi juga membuka luka lama soal praktik dinasti politik dalam partai Melayu terbesar itu.
Ke depan, publik akan menanti apakah UMNO mampu menjaga disiplin partai tanpa kehilangan tokoh-tokoh seniornya. Pertanyaan yang mengemuka: akankah partai ini benar-benar konsisten menolak politik warisan, atau justru akan kehilangan kader potensial karena aturan yang kaku?



