Harry Kane Cetak Rekor, Inggris Kunci Puncak Grup L
Baca dalam 60 detik
- Kapten Inggris Harry Kane memecahkan rekor Gary Lineker sebagai pencetak gol terbanyak Inggris di Piala Dunia setelah mencetak gol ke-11-nya.
- Gol Kane dan Jude Bellingham memastikan kemenangan 2-0 atas Panama, membawa Inggris lolos ke fase gugur sebagai juara grup.
- Kemenangan ini menegaskan dominasi Inggris di Grup L dan menjadi modal berharga menjelang babak knockout.

Harry Kane resmi menjadi pencetak gol terbanyak Inggris sepanjang sejarah Piala Dunia setelah membawa timnya menaklukkan Panama 2-0 di New Jersey, sekaligus mengamankan posisi puncak Grup L. Gol semata wayang Kane pada menit ke-67 menggeser rekor legenda Gary Lineker yang bertahan puluhan tahun.
Pertandingan yang berlangsung di MetLife Stadium itu menjadi panggilan bagi Kane untuk menorehkan namanya dalam buku sejarah. Dengan gol ke-11 di ajang Piala Dunia, penyerang Bayern Munich itu melampaui catatan Lineker yang mengoleksi 10 gol. Prestasi ini makin istimewa mengingat Kane juga mencatatkan 70 gol dalam 61 pertandingan kompetitif musim ini, hanya kalah dari Lionel Messi dalam produktivitas sejak pergantian milenium.
Jalannya pertandingan tidak mudah bagi Inggris. Panama, yang sudah tersingkir, tampil agresif sejak menit awal. Tomas Rodriguez menguji Jordan Pickford dengan tembakan jarak jauh di menit pertama. Inggris perlahan menguasai permainan lewat Marcus Rashford dan Bukayo Saka yang tampil cemerlang di sisi sayap. Namun, penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat skor tetap 0-0 hingga turun minum.
Babak kedua menjadi milik Inggris. Pelatih Thomas Tuchel yang melakukan lima perubahan susunan pemain sejak laga melawan Ghana, termasuk memberikan start perdana bagi Saka yang baru pulih dari cedera Achilles, melihat strateginya berbuah manis. Pada menit ke-62, Saka mengirim tendangan sudut rendah yang disambar Jude Bellingham dengan sentuhan ujung sepatu di tiang dekat. Gol itu membawa Inggris unggul dan kembali ke puncak klasemen Grup L.
Lima menit berselang, giliran Bellingham yang menjadi kreator. Umpan silang melengkung dari sisi kiri disambut sundulan keras Kane yang tak mampu dihalau kiper Panama, Orlando Mosquera. Gol tersebut menjadi puncak penampilan impresif Kane yang sepanjang laga beberapa kali mengancam gawang lawan.
Bagi Panama, laga ini menjadi penutup perjalanan mereka di turnamen. Meski sudah tak punya peluang lolos, tim asuhan Thomas Christiansen tetap memberikan perlawanan sengit. Jose Fajardo sempat mencetak gol di masa injury time, namun dianulir karena offside. Fidel Escobar yang merayakan caps ke-100 menjadi salah satu pemain yang tampil menonjol.
Dari sisi taktik, Tuchel melakukan rotasi besar dengan memasukkan Jarell Quansah sebagai bek kanan menggantikan Reece James yang cedera, serta memberikan menit bermain bagi Morgan Rogers dan Nico O'Reilly. Keputusan tersebut menunjukkan kedalaman skuad Inggris yang patut diperhitungkan di fase gugur.
Kemenangan ini membuat Inggris lolos sebagai juara grup dengan catatan dua kemenangan dan satu hasil imbang. Langkah selanjutnya, mereka akan menghadapi lawan dari Grup K yang belum ditentukan. Dengan performa Kane yang sedang on fire dan dukungan lini tengah kreatif seperti Bellingham, Inggris layak diunggulkan melaju jauh. Pertanyaannya, akankah rekor demi rekor yang dipecahkan Kane berujung pada trofi Piala Dunia pertama Inggris sejak 1966?



