Spanyol vs Uruguay: Laga Penentuan di Grup H, Siapa yang Lebih Siap?
Baca dalam 60 detik
- Uruguay belum meraih kemenangan setelah dua laga imbang, kini terancam gagal lolos jika tak bisa mengalahkan Spanyol.
- Spanyol bangkit dengan kemenangan telak 4-0 atas Arab Saudi, berkat performa gemilang Lamine Yamal dan Mikel Oyarzabal.
- Pertandingan Jumat ini menjadi ujian mental bagi Uruguay, sementara Spanyol ingin memantapkan posisi puncak grup.

Uruguay menghadapi tekanan besar saat berhadapan dengan Spanyol dalam laga pamungkas Grup H, Jumat (24/6) di Guadalajara. Dua hasil imbang membuat La Celeste—julukan Uruguay—kini berada di tepi jurang: jika gagal menang, mimpi melaju ke babak gugur bisa sirna.
Tim asuhan Marcelo Bielsa baru mengoleksi dua poin dari hasil imbang 1-1 melawan Arab Saudi dan 2-2 melawan Cape Verde. Padahal, peluang yang tercipta cukup banyak. Namun, kesalahan di lini belakang dan ketajaman yang hilang di depan gawang lawan membuat Uruguay hanya duduk di peringkat kedua dengan selisih dua poin dari Spanyol yang memuncaki grup.
Laga kontra Cape Verde menjadi gambaran nyata: Uruguay sempat unggul 2-1 di babak pertama melalui gol Maxi Araujo dan Agustin Canobbio, tetapi gol balasan Helio Varela akibat miskomunikasi pertahanan membuat skor imbang. Bielsa mengaku bertanggung jawab atas kebocoran tersebut, namun tekanan kini menyebar ke seluruh skuad.
Di sisi lain, Spanyol datang dengan kepercayaan diri yang melambung. Setelah bermain imbang tanpa gol melawan Cape Verde di laga pembuka, juara Eropa itu bangkit dengan kemenangan telak 4-0 atas Arab Saudi di Atlanta. Kunci kebangkitan adalah kembalinya Lamine Yamal ke starting XI. Remaja 18 tahun itu baru pulih dari cedera hamstring, namun langsung membuka skor pada menit ke-10 dan ditarik keluar saat jeda setelah pertandingan praktis selesai.
Mikel Oyarzabal, yang dikritik karena tampil kurang greget saat melawan Cape Verde, menjawab keraguan dengan dua gol dan satu assist di babak pertama. Pelatih Luis de la Fuente menyebut kritik terhadap timnya yang tak terkalahkan dalam 33 laga beruntun sebagai sesuatu yang "gila". Kemenangan atas Arab Saudi, menurutnya, mengembalikan ketajaman yang sempat hilang.
Bagi Uruguay, laga ini adalah final. Bielsa harus segera menemukan solusi atas problem defensif dan penyelesaian akhir yang tumpul. Sementara Spanyol hanya butuh hasil imbang untuk memastikan posisi puncak, namun de la Fuente kemungkinan tetap akan menurunkan kekuatan penuh untuk menjaga momentum.
Pertandingan ini juga menarik perhatian penggemar sepak bola Indonesia yang kerap mengikuti perkembangan tim-tim Amerika Latin dan Eropa. Uruguay, dengan sejarah dua kali juara dunia, selalu memiliki basis penggemar di Tanah Air. Namun, performa inkonsisten mereka belakangan ini membuat banyak yang meragukan peluang lolos. Spanyol, dengan gaya permainan penguasaan bola yang khas, menjadi favorit untuk melaju mulus.
Akankah Uruguay bangkit seperti yang diharapkan Bielsa? Atau Spanyol akan terus melaju tanpa hambatan? Satu hal yang pasti: laga ini akan menjadi ujian sejati bagi mentalitas kedua tim.



