Stefan de Vrij Akhiri Petualangan di Inter, Sepakat Gabung Panathinaikos
Baca dalam 60 detik
- Bek Belanda Stefan de Vrij memutuskan hengkang dari Inter Milan setelah kontraknya habis, dengan kesepakatan personal bersama Panathinaikos.
- Kepergian De Vrij menandai berakhirnya era tujuh tahun di Serie A, di mana ia mengoleksi tiga gelar Scudetto bersama Inter.
- Kepindahan ke klub Yunani itu membuka peluang bagi Inter untuk merombak lini pertahanan tanpa biaya transfer.

Karier Stefan de Vrij di Serie A dipastikan usai. Bek tengah asal Belanda itu dilaporkan telah mencapai kesepakatan personal dengan Panathinaikos dan akan bergabung sebagai pemain bebas transfer setelah kontraknya di Inter Milan tidak diperpanjang.
Keputusan ini mengakhiri masa baktinya selama tujuh tahun di Italia, di mana ia sempat membela Lazio sebelum pindah ke Inter pada 2018. De Vrij, yang kini berusia 34 tahun, memilih tidak memperpanjang masa tinggalnya di Giuseppe Meazza meski sempat ada harapan kecil negosiasi berlanjut.
Menurut pakar transfer Fabrizio Romano, kesepakatan lisan telah terjalin antara De Vrij dan Panathinaikos. Klub asal Yunani itu tinggal menunggu lampu hijau terakhir dari pemain untuk meresmikan transfer. Langkah ini menjadikan De Vrij sebagai salah satu rekrutan bergengsi bagi raksasa Super League Yunani yang tengah membangun skuad kompetitif.
De Vrij pertama kali mendarat di Italia pada musim panas 2014 ketika Lazio menebusnya dari Feyenoord sebesar โฌ7 juta. Ia langsung menjadi pilar di lini belakang, sebelum akhirnya pindah ke Inter dengan status bebas transfer pada 2018. Selama berseragam Nerazzurri, ia menjadi bagian penting dari era kebangkitan klub, termasuk saat merebut Scudetto 2020-21 yang mengakhiri puasa gelar liga selama 11 tahun.
Bagi Inter, kepergian De Vrij membuka ruang untuk peremajaan di sektor pertahanan. Dengan kontraknya yang habis, klub tidak menerima biaya transfer apa pun, namun juga terbebas dari beban gaji pemain senior. Langkah ini bisa menjadi sinyal bahwa Inter akan lebih agresif di bursa transfer musim panas untuk mendatangkan bek muda sebagai pengganti.
Di sisi lain, Panathinaikos mendapatkan pemain berpengalaman dengan segudang trofi. De Vrij diharapkan menjadi pemimpin di lini belakang sekaligus mentor bagi pemain muda. Kepindahannya juga menunjukkan daya tarik kompetitif klub Yunani yang mampu mendatangkan pemain level Serie A.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan pemain sekelas De Vrij ke kompetisi yang lebih kecil seperti Yunani bisa menjadi pelajaran tentang siklus karier pemain top Eropa. Di tengah maraknya pemain naturalisasi untuk Timnas Indonesia, kisah De Vrij mengingatkan bahwa pengalaman di liga besar tetap menjadi aset berharga meski usia sudah tidak muda. Pertanyaan selanjutnya: akankah Inter mampu mempertahankan soliditas pertahanan tanpa De Vrij, atau justru ini awal dari transformasi yang lebih segar?



