De Bruyne Puji Atmosfer BC Place Usai Belgia Lumat Selandia Baru 5-1
Baca dalam 60 detik
- Belgia memastikan diri lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menekuk Selandia Baru 5-1 di Vancouver.
- Gelandang Kevin De Bruyne memuji BC Place sebagai stadion sepak bola sejati, berbeda dengan venue NFL di Seattle dan Los Angeles.
- Tim asuhan Roberto Martinez finis di puncak Grup G unggul selisih gol atas Mesir, dan akan menghadapi salah satu peringkat ketiga terbaik.

Kevin De Bruyne, playmaker tim nasional Belgia, memberikan pujian tinggi terhadap BC Place di Vancouver setelah timnya menghancurkan Selandia Baru 5-1 pada laga penutup Grup G Piala Dunia 2026, Jumat (27/6) waktu setempat. Kemenangan telak itu sekaligus mengantar Belgia ke babak 32 besar sebagai juara grup.
De Bruyne, yang mencetak satu gol dalam pertandingan tersebut, menyebut BC Place sebagai "stadion sepak bola sungguhan". Pernyataan itu muncul setelah Belgia menjalani dua laga awal turnamen di Seattle dan Los Angeles, yang merupakan markas tim NFL. Menurut De Bruyne, atmosfer di stadion yang biasa dipakai untuk American football terasa berbeda. "Dua stadion sebelumnya sangat besar, tapi terasa seperti NFL. Di sini benar-benar berbeda, Anda bisa merasakannya di lapangan. Sungguh menyenangkan," ujar mantan gelandang Manchester City itu.
Kemenangan Belgia tidak hanya memastikan tiket ke fase gugur, tetapi juga menempatkan mereka di puncak klasemen Grup G dengan lima poin, unggul selisih gol atas Mesir yang juga mengoleksi lima angka. Selandia Baru dan Paraguay harus tersingkir setelah hanya meraih dua poin.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, performa Belgia di Piala Dunia 2026 menjadi tontonan menarik, terutama karena banyak pemain bintang seperti De Bruyne yang masih menunjukkan kelasnya. Meski usianya sudah 34 tahun, kreativitas dan visi bermainnya tetap menjadi ancaman bagi lawan. Laga Belgia di fase grup juga bisa menjadi referensi bagi Timnas Indonesia yang tengah membangun skuad muda, bahwa pengalaman bermain di berbagai tipe stadion—dari venue multifungsi hingga stadion khusus sepak bola—dapat memengaruhi performa tim.
De Bruyne juga menyinggung antusiasme kota Vancouver terhadap Piala Dunia. "Saya baru sebentar di sini, tapi harus saya akui stadion ini sangat nyaman untuk bermain," katanya. Pujian tersebut menjadi bukti bahwa Kanada, sebagai salah satu tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Meksiko, berhasil menciptakan atmosfer yang mendukung permainan sepak bola berkualitas.
Belgia kini menunggu undian babak 32 besar untuk mengetahui lawan mereka. Dengan kekuatan lini serang yang tajam—terbukti dari 5 gol ke gawang Selandia Baru—tim berjuluk Setan Merah itu layak diperhitungkan sebagai kandidat juara. Namun, konsistensi di fase gugur akan menjadi ujian sesungguhnya, terutama jika mereka harus berhadapan dengan tim-tim besar Eropa atau Amerika Selatan. Akankah Belgia mampu melaju lebih jauh dari edisi 2018 di mana mereka finis ketiga? Atau justru akan terhenti lebih awal seperti di Qatar 2022?



