Jesse Rodriguez Hajar Antonio Vargas, Kini Juara Dunia Tiga Kelas
Baca dalam 60 detik
- Petinju Amerika Jesse Rodriguez menghentikan Antonio Vargas di ronde keenam untuk merebut gelar WBA kelas bantam, menjadikannya juara dunia tiga kelas.
- Kemenangan ini membuka peluang Rodriguez naik kelas untuk menantang Naoya Inoue, raja tak terbantahkan di super-bantam.
- Di Indonesia, prestasi Rodriguez bisa menginspirasi petinju Tanah Air untuk mengejar gelar di berbagai kelas.

Jesse 'Bam' Rodriguez menegaskan statusnya sebagai salah satu petinju paling berbakat di generasinya setelah menghentikan Antonio Vargas pada ronde keenam dan merebut sabuk WBA kelas bantam, Minggu (16/2) waktu setempat. Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan Rodriguez sebagai juara dunia tiga kelas berbeda—sebuah pencapaian langka di usia 26 tahun.
Bertarung di hadapan pendukungnya di Desert Diamond Arena, Glendale, Arizona, Rodriguez tampil dominan sejak ronde awal. Ia menjatuhkan Vargas di ronde keempat, lalu melancarkan pukulan kiri keras di ronde keenam yang memaksa wasit menghentikan pertandingan. Statistik menunjukkan Rodriguez mendaratkan 81 pukulan dari 213 percobaan (38%), sementara Vargas hanya 81 dari 279 (29%).
Kekalahan ini menjadi yang kedua dalam karier profesional Vargas, sekaligus pertama sejak 2019. Sebelumnya, Vargas sukses mempertahankan gelar WBA dengan hasil imbang melawan Daigo Higa pada Juli lalu. Namun, Rodriguez mengakui Vargas bukan lawan yang mudah. "Dia jauh lebih tangguh dari yang saya kira. Pukulannya keras. Saya tidak menyangka dia sekuat itu. Bahkan setelah knockdown pertama, dia bangkit dan bertarung seolah tidak terjadi apa-apa. Hormat untuknya," ujar Rodriguez.
Dengan kemenangan ini, Rodriguez yang sebelumnya juara di kelas terbang super dan terbang, kini memiliki tiga sabuk dunia. Langkah selanjutnya menjadi sorotan: ia bisa bertahan di kelas bantam untuk menantang juara WBO Christian Medina, atau naik ke super-bantam untuk menghadapi Naoya Inoue, petinju Jepang yang tak terkalahkan dan dianggap sebagai salah satu petinju pound-for-pound terbaik dunia. "Saya siap untuk siapa pun, kapan pun. Taruh mereka di depan saya, dan saya akan bilang ya," tegas Rodriguez.
Bagi penggemar tinju Indonesia, pencapaian Rodriguez menjadi pengingat bahwa kerja keras dan keberanian naik kelas bisa membuahkan hasil. Petinju Tanah Air seperti Daud Yordan atau Chris John pernah merasakan puncak, namun belum ada yang mencapai tiga gelar di kelas berbeda. Kisah Rodriguez bisa menjadi motivasi bagi petinju muda Indonesia untuk tidak takut menghadapi tantangan baru.
Ke depan, duel melawan Inoue menjadi mimpi yang dinanti. Jika terealisasi, pertarungan itu akan menjadi ujian terbesar bagi Rodriguez. Namun, dengan mentalitas pantang menyerah dan pukulan mematikan, 'Bam' siap mengguncang dunia tinju lagi.



