Chelsea Bajak Marco Palestra dari Inter: Gaji Fantastis dan Telepon Xabi Alonso Jadi Kunci
Baca dalam 60 detik
- Chelsea menawarkan paket transfer senilai โฌ60 juta kepada Atalanta untuk Marco Palestra, jauh di atas tawaran Inter yang hanya โฌ45-50 juta.
- Gaji bersih โฌ5 juta per musim selama enam tahun dan telepon pribadi pelatih Xabi Alonso membalikkan keputusan pemain yang sempat berjanji ke Inter.
- Inter memilih mundur setelah Atalanta memberi kesempatan menyamai tawaran Chelsea, mengindikasikan kebijakan ketat pemilik Oaktree.

Dalam sebuah manuver transfer yang mengejutkan, Chelsea berhasil membajak bek muda Atalanta, Marco Palestra, dari bawah hidung Inter Milan. Klub Premier League itu menggelontorkan paket senilai โฌ57 juta plus bonus โฌ3 juta dan klausul penjualan 10 persen, mengalahkan tawaran Inter yang hanya mencapai โฌ50 juta. Yang lebih mencengangkan, gaji bersih yang dijanjikan mencapai โฌ5 juta per musimโlebih dari dua kali lipat dari yang ditawarkan Inter.
Inter sebenarnya sudah hampir menyelesaikan transfer ini. Mereka telah bernegosiasi berbulan-bulan dan Palestra dikabarkan sudah berjanji untuk bergabung. Namun, dalam hitungan jam, situasi berbalik total. Chelsea datang dengan tawaran yang jauh lebih menggiurkan, baik untuk Atalanta maupun sang pemain. Inter, yang enggan terlibat perang harga, memilih mundur.
Faktor penentu lainnya adalah peran pelatih Bayer Leverkusen, Xabi Alonso. Pelatih asal Spanyol itu secara pribadi menelepon Palestra untuk meyakinkannya tentang proyek yang ditawarkan Chelsea. Ditambah dengan gaji fantastis, keputusan Palestra pun berubah. Menurut laporan Sky Sport Italia, pemain berusia 20 tahun itu bahkan memberi lampu hijau kepada Atalanta untuk menerima tawaran mana pun antara Inter dan Chelsea.
Keputusan Inter untuk mundur juga tidak lepas dari sikap pemilik klub, Oaktree Capital. Agen Palestra, Alessandro Lucci, disebut telah memperingatkan Inter tentang kemungkinan pendekatan Chelsea, namun Oaktree tidak memberi lampu hijau untuk menaikkan tawaran. Hal ini menunjukkan kebijakan finansial yang ketat di bawah kepemilikan baru, yang lebih memilih disiplin anggaran daripada terlibat perang harga.
Bagi Atalanta, ini adalah keuntungan besar. Mereka berhasil menjual pemain muda dengan nilai yang jauh di atas ekspektasi awal. Sementara bagi Chelsea, pembelian ini menambah amunisi di lini belakang yang masih dalam proses pembangunan kembali. Namun, pertanyaan besarnya adalah: apakah Marco Palestra akan mampu bersaing di Premier League yang keras, ataukah ia akan menjadi investasi jangka panjang yang baru?



