Martin O'Neill Peringatkan Celtic: Musim Depan Akan Lebih Berat, Tapi Gerak di Bursa Transfer Lambat
Baca dalam 60 detik
- Manajer anyar Celtic, Martin O'Neill, mengakui musim lalu menjadi 'wake-up call' setelah persaingan ketat dengan Hearts dan Rangers.
- Hingga pertengahan Juni, Celtic belum merekrut satu pemain pun, sementara rival sudah bergerak cepat di bursa transfer.
- O'Neill berencana mengubah gaya bermain tim menjadi lebih cepat dan agresif, serta fokus lolos ke fase grup Liga Champions.

Martin O'Neill resmi diangkat sebagai manajer permanen Celtic dengan kontrak satu tahun, dan dalam wawancara perdananya ia mengakui bahwa musim lalu merupakan 'wake-up call' bagi juara ganda Skotlandia tersebut. Namun, di tengah persaingan yang semakin ketat, kecepatan gerak Celtic di bursa transfer musim panas ini justru dipertanyakan.
O'Neill, yang sebelumnya menjabat sebagai manajer interim dua kali dan berhasil membawa Celtic meraih gelar Liga Premier Skotlandia serta Piala Skotlandia, mengakui bahwa tim-tim lawan semakin mendekati level Celtic. Ia memperkirakan Rangers akan semakin kuat, sementara Hearts—yang hampir merebut gelar musim lalu—tidak akan menyerah begitu saja. "Saya merasa setiap kali kami bertanding musim lalu, tim-tim lawan semakin dekat dengan Celtic, mungkin lebih dari sebelumnya dalam beberapa tahun terakhir," ujar O'Neill kepada Celtic TV.
Meski demikian, langkah Celtic di bursa transfer terkesan lamban. Hingga pertengahan Juni, Celtic menjadi satu dari hanya dua klub Premier League Skotlandia—bersama Motherwell—yang belum melakukan satu pun pembelian pemain baru. Padahal, daftar pemain yang hengkang musim panas ini bisa mencapai dua digit, termasuk ketidakpastian masa depan pemain kunci seperti Daizen Maeda, Arne Engels, dan Benjamin Nygren. Sebagai perbandingan, Hearts telah merekrut tujuh pemain, sementara Rangers—kini dilatih Derek McInnes—berhasil mendatangkan striker Lawrence Shankland dari Hearts dan gelandang internasional Skotlandia Ross McCrorie dari Bristol City.
Keterlambatan pergerakan ini tidak hanya terjadi di skuad pemain, tetapi juga di jajaran staf pelatih. O'Neill baru diumumkan sebagai manajer permanen pada 11 Juni—hampir tiga pekan setelah musim berakhir—dan butuh dua pekan lagi untuk mengonfirmasi staf kepelatihannya, yang justru kehilangan satu asisten setelah Gavin Strachan bergabung dengan West Brom. O'Neill mengakui pentingnya memiliki staf yang solid, namun ia juga sadar bahwa waktu persiapan sangat terbatas.
Di sisi lain, O'Neill mengaku sempat ragu untuk menerima jabatan permanen karena kelelahan setelah musim yang melelahkan. Namun, bayangan penyesalan jika melewatkan kesempatan ini membuatnya bertahan. "Jika ditanya sehari setelah kami menang, saya rasa saya tidak punya energi," katanya. "Tapi saya mencoba memproyeksikan diri beberapa bulan ke depan, dan saya pikir saya akan menyesal jika tidak mengambilnya."
Salah satu motivasi terbesarnya adalah Liga Champions. Celtic gagal lolos ke fase grup musim lalu setelah kalah dari Kairat Almaty di babak kualifikasi, yang menurut O'Neill berdampak negatif pada performa di liga. Kini, play-off akan digelar pada 18 atau 19 Agustus, dan O'Neill menekankan pentingnya persiapan fisik dan mental pemain. "Jika kami ingin melakukannya, pertama-tama kami harus menambah skuad. Kedua, mempersiapkan pemain secara fisik dan mental. Itu sangat penting," tegasnya.
Selain merekrut pemain baru, O'Neill juga berencana mengubah gaya bermain Celtic. Ia ingin tim bermain lebih cepat, agresif, dan langsung—mengingatkan pada era keemasannya di awal 2000-an. "Saya pikir kami bisa menggabungkan keduanya. Ketika kami menguasai bola, bagus untuk menjaganya, tapi saya ingin kami menjaganya dengan tujuan," ujarnya. Dengan waktu pramusim yang lebih panjang, O'Neill optimistis dapat menerapkan perubahan-perubahan halus tersebut.
Pertanyaan besarnya kini: akankah Celtic bergerak cepat di bursa transfer untuk memenuhi kebutuhan skuad, atau justru tertinggal dari rival? Dengan jadwal play-off Liga Champions yang semakin dekat, tekanan untuk segera berbenah semakin besar. Jika tidak, 'wake-up call' musim lalu bisa berubah menjadi alarm yang lebih keras.



